Petinggi Suzuki Motor: Ekspor Suzuki Indonesia Cemerlang

Petinggi Suzuki Motor: Ekspor Suzuki Indonesia Cemerlang
Ilutrasi, pikap Suzuki Carry versi terbaru yang diaplikasikan sebagai mobil ambulan - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pandangan – terutama dari kalangan media – yang menyebut impor yang dilakukan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) jauh lebih besar ketimbang ekspor, dinilai salah oleh Managing Officer Global Automobile Marketing Suzuki Motor Corporation, Shuji Oishi. Menurutnya, impor Suzuki Indonesia hanya 20.000 unit, sedangkan ekspornya 60.000 unit.

“Ini saya rasa sebuah pandangan yang tidak tepat, termasuk dari teman-teman media di Indonesia. Bahwa impor Suzuki (SIS) itu jauh lebih besar. Tidak, tidak demikian, Karena impor itu hanya sekitar sepertiga dari ekspor,” kata Oishi saat ditemui di sela peluncuran versi baru pikap Suzuki Carry, di arean Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, JiExpo, Kemayoran, Kamis (25/4/2019).

Oishi bahkan menyebut sejak 1993 telah melakukan ekspor dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) dan terurai atau Completely Knock Down (CKD). Jumlahnya hampir 480.000 unit (atau tepatnya sebanyak 478.351 unit).

“Varian model yang diekspor pun juga terus bertambah. Kalau di awal-awal ekspor tahun 1993, masih sebatas pikap atau kendaraan komersial. Kemudian ada van Suzuki APV. Nah, sekrang low MPV Suzuki Ertiga yang terus banyak diekspor ke sejumlah negara. Ini saya kira kinerja yang cemerlang,” ucap dia.

All New Ertiga salah satu produk Suzuki Indonesia yang diekspor- dok.Motoris

Bahkan, lanjut dia, negara tujuan ekspor terus bertambah. Jika hingga tahun lalu masih sebanyak 59 negara, sekarang hingga beberapa tahun lagi ditargetkan sudah merambah ke 100 negara.

“Tentu jumlah atau volume model yang diekspor juga bertambah. Tidak hanya pikap yang selama ini menjadi andalan ekspor Suuki Indonesia, tetapi juga mobil penumpang,” tutur Oishi.

Terbesar ketiga
Pada kesempatan itu, Oishi juga menyebut produksi Suzuki Indonesia merupakan yang terbesar ketiga setelah Jepang dan India. Dia bahkan mengaku optimis, produksi Suzuki Indonesia akan terus membesar, seiring dengan perkembangan pasar kendaraan di Tanah dan permintaan ekspor.

“Saya percaya, pasar otomotif Indonesia akan terus berkembang, Ini ditopang oleh sumberdaya alam yang merupakan odal perekonomian nasional Indonesia. Negara ini juga memiliki pasar yang besar karena jumlah penduduknya yang terbanyak di kawasan Asean, Jadi, kebutuhan kendaraan baik untuk penumpang maupun juga akan terus berkembang. Saya catat, sampai tahun lalu jumlah mobil Suzuki yang diproduksi di Indonesia sudah 2,5 juta unit,” sebut Oishi.

Menteri Perindustrian – Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation – Toshihiro Suzuki secara simbolis melepas kontainer yang berisi All New Ertiga  – dok.Istimewa

Hanya, dia tak menampik masih adanya impor. Tetapi, bagi Oishi, yang paling penting adalah imbangan dari impr itu. Tentu, lanjut Oishi, Suzuki juga Indonesia juga tidak akan tinggal diam. Karena mereka juga ingin berkembang, sedangkan pasar ekspor juga sangat terbuka.

“Itu prinsip kami. Kalau sekarang masih ada impor, itu sifatnya saling melenkapi. Di India diproduksi model tertentu, di India juga seperti. Dan untuk Indonesia juga ada model tertentu, misalnya pikap dan Ertiga,” imbuh Oishi. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This