Pasar Mobil Mewah: Terbelit Regulasi, Tercekik Politik

Pasar Mobil Mewah: Terbelit Regulasi, Tercekik Politik
Lamborghini yang dipamerkan Prestige Image di IIMS 209 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Hajatan pemilihan umum (Pemilu) yang kini rangkaian prosesnya masih berlangsung hingga 22 Mei nanti, diharap para pelaku pasar mobil mewah di Indonesia segera berlangsung aman, demi memacu gerak roda penjualan. Maklum, kini tantangan yang dihadapi segmen pasar ini juga tak kecil.

“Pemilu membuat orang menunggu, wait and see. Padahal, sebelumnya tantangan yang dihadapi teman-reman di pasar segmen ini (mobil mewah) juga cukup berat,” ujar Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, saat ditemui di booth importir umum mobil mewah ini di IIMS 2019, JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/4/201.

Pelaku pasar merasakan tantangan berat setelah Kementerian Perindustrian memberlakukan kebijakan menahan penerbitan Tanda Pendaftaran Tipe Kendaraan (TPT) dengan mesin berkapasitas di atas 3.000 cc ke atas (untuk mobil) dan motor di atas 500 cc. “Kebijakan ini menjadikan proses impor jadi lama. Sehingga, customer juga merasakan ketidaknyamanan,” ujar Rudy.

Ferrari California disuguhkan Prestige Image di IIMS 2019 – dok.Motoris

Padahal, sebelumnya sejak September tahun lalu, pemerintah juga mengerek Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil mewah dari 2,5-7,5 menjadi 10-125%. Tak pelak, kebijakan ini membuat pengusaha importir mobil semakin pusing.

“Jadi tahun ini (2019) penjualan kira-kira sama dengan tahun lalu. Sepanjang 2018, kami menjual 10 unit mobil,” kata Rudy.

Meski dihantui kondisi seperti ini, namun Prestige Image tetap optimis dengan mendatangkan sejumlah model baru. Diantaranya, Lamborghini Aventador SVJ, Lamborghini Huracan evo. Mobil listrik Tesla Model 3, serta Tesla X 90.

Mobil Porsche yang dipamerkan Prestige Image di IIMS 2019 – dok.Motoris

Prestige rajin menggelar program promo dan aktif di pameran. Salah satunya di hajatan IIMS 2019 ini. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This