Kasasi Ditolak MA, Honda Bersikukuh Tak Lakukan Kartel Skutik

Kasasi Ditolak MA, Honda Bersikukuh Tak Lakukan Kartel Skutik
Ilustrasi, proses produksi Honda BeAT - dok.Astra Honda

Jakarta, Motoris – Setelah upaya kasasi atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan Honda bersama Yamaha telah melakukan praktik kartel dalam penentuan harga produk skutik di tolah Mahkamah Agung, PT Astra Honda Motor (AHM) angkat bicara. Agen pemegang merek sepeda motor di Indonesia ini bersikukuh tak melakukan apa yang dituduhkan KPPU tersebut.

“Kami sangat kecewa karena kami dari awal sudah yakin dari awal MA akan mengabulkan kasasi kami. Kami juga belum menerima salinan dari hasil putusan itu. Sehingga secara detail kami belum tahu,” ujar Marketing Director PT AHM, Thomas Wihaya, di booth Honda IIMS 2019, di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Namun, Thomas belum memastikan langkah hukum apa yang bakal ditempuh pihaknya setelah upaya kasasi itu kandas karena tak dikabulkan MA. Dia mengaku masih akan mempelajarinya.

Kendati begitu, soal materi yang dijadikan dasar oleh KPPU untuk memutuskan bahwa Honda bersama Yamaha telah melakukan “pengaturan harga produk secara bersama” alias kartel tidak beralasan. “Kami menentukan harga sebuah produk secara independen, dengan berbagai faktor,” kata Thomas.

Ilustrasi proses produksi New Honda Scoopy – dok.AHM

Sebelumnya, pada Februari 2017 lalu, KPPU menyatakan Honda (AHM) bersama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing telah terbukti menjalankan praktik kartel pentuan harga produk secara bersama untuksoal skuter matik 110 cc dan 125 cc. Sehingga,keduanya dinyatakan terbukti melanggar Undang-Undang No 5 Pasal 5‎ Tahun 1999 tentang tentang penetapan harga.

KPPU berdalih putusan itu ditetapkan berdasar analisis tim investigasi dan dikuatkan dua bukti surat elektronik (email) internal di Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Kedua email itu tertanggal 28 April 2014 dan 10 Januari 2015.

Email pertama itu merupakan percakapan antara Presiden Direktur YIMM Yoichiro Kojima kepada Executive Vice President YIMM, Dyonisius Betti. Email juga diteruskan ke manajemen pemasaran Yamaha.

Email kedua, dikirimkan Marketing Director YIMM Yutaka Terada kepada Dyonisius Betti dan Sales Director YIMM, Sutarya. Di email ini juga sempat disebut pertemuan antara Kojima dengan President Director AHM, Inuma di sebuah Golf Course.

Proses produksi Honda BeAT di pabrik miik PT Astra Honda Motor – dok.Istimewa

Menyinggung salah satu bukti yang dijadikan dasar KKPU untuk membuat keputusan ini, Thomas Wijaya mengaku pihaknya tidak tahu menahu dengan hal itu. Pasalnya, itu email internal dan tidak pernah dikomunikasikan dengan AHM sama sekali.

Seperti dikethaui, MA telah menolak pengajuan kasasi atas putusan KPPU tersebu ta yang diajukan oleh Astra Honda Motor dan tercatat di MA dengan nomor register 217 K/Pdt.Sus-KPPU/2019. AHM belum menyebut apa tindakan selanjutnya sebagai respon dari penolakan itu.

Thomas menyebut, akan mempelajria salinan putusan itu sebelum menetapkan langkah selanjutnya. “Apakah nanti akan PK dan selanjutnya. Kami perlu mempelajari penolakan kasasi itu apa saja yang menjadi poinnya. Maka kami akan mempelajari betul-betul apa yang jadi dasar penolakan kasasi itu,” imbuhnya. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This