Sebulan Jelang Idul Fitri, Pasar Mobkas Masih Landai

Sebulan Jelang Idul Fitri, Pasar Mobkas Masih Landai
Ilustrasi, deretan mobil bekas yang dijual di Bursa Mobil Bekas Mangga Dua Square, Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Bulan Ramadhan telah datang dan kurang dari sebulan lagi hari Raya Idul Fitri akan dirayakan, sehingga persiapan mudik ke kampung halaman pun kini sudah disiapkan. Tapi, di sektor otomotif – khususnya di pasar mobil bekas (Mobkas) – permintaan masih landai.

Kondisi seperti sekarang, ungkap Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua Jakarta, Herjanto Kosasih, tidak seperti tahun-tahun lalu. Sebelumnya, kata dia, dua bulan atau maksimal sebulan sebelum lebaran tiba, permintaan mobkas sudah membubung.

“Karena dua atau satu bulan, orang menyiapkan mobil (mobkas) yang mereka beli, dengan melakukan pengecekan ke bengkel dan sebagainya. Tapi, sekarang sampai hari ketiga Ramadhan masih sepi,” tutur Herjanto, saat dihubungi, Rabu (8/5/2019).

Bahkan, di bursa mobkas terbesar di Jabodetabek ini, gairah transaksi masih seperti di bulan-bulan sebelum Ramadhan. Bahkan, sejak awal tahun disebut sudah landai.

Ilustrasi mobil bekas di bursa mobil bekas WTC Mangga Dua Jakarta – dok.Otomart.id

“Rata-rata setiap bulan hanya 2.000 unit yang terjual. Padahal, tahun sebelumnya, rata-rata mencapai 3.000 unit. Jadi, di WTC ini dari Januari sampai April kemarin, total penjualan 8.000-an unit,” ucap pria yang akrab disapa Heri itu.

Serupa dengan kondisi di WTC, penjualan di sejumlah showroom Mobkas juga masih “adem ayem”. Di showroom milik Edi Winarno, Edwin Mobilindo, Tambun, Bekasi Timur, misalnya.

“Sejak Januari rata-rata masih dua unit sebulan. Enggak kayak tahun lalu yang bisa lima sampai enam unit. Apalagi, kalau dua atau sebulan sebelum lebaran, orang cari mobil seken (mobkas) banyak. Sekarang barang (mobkas yang dijual pemilik) banyak,” kata Winarno yang dihubungi, Rabu (8/5/2019) malam.

Diskon mobil baru
Kondisi di showroom Bintang Karoma Motor, Cipondoh, Tangerang, setali tiga uang. Sang pemilik, Maman Firmansyah, juga mengaku heran dengan kondisi sekarang.

Kini, kata dia, jualan showroom-nya hanya satu sampai dua unit saban bulan. Dan yang terbanyak tiga unit, sehingga kalau dirata-rata, dalam empat bulan terakhir, hanya dua unit sebulan.

“Mungkin orang belum berminat beli mobil. Mungkin karena pemilu, atau ekonomi memang lagi susah. Kita enggak tahu persis. Tapi, yang pasti, jualan masih sepi aja. Katanya, mobil baru juga kayak gitu ya (penjualan turun),” ujar Maman.

Pernyataan bapak tiga anak itu diamini Winarno dan Herjanto. Bahkan, kata Herjanto, karena penjualan mobil baru di diler resmi juga seret, banyak yang obral diskon dan tawaran bunga maupun cicilan kredit murah.

Ilustrasi, mobil mewah bekas di Bursa Otomotif Mangga Dua Square Jakarta – dok.Motoris

Sedangkan Winarno menambahkan, kemungkinan besar ekonomi yang tengah lesu. Pasalnya, meski banyak model baru yang disodorkan dan tawaran diskon maupun uang muka ringan, tetap saja penjualan masih landai.

“Kalau tawaran uang muka ringan, cicilan ringan, juga kita tawarin. Tapi masih saja belum juga ngangkat (memicu permintaan),” imbuhnya.

Masih sepinya minat konsumen yang terjadi saat ini bukan hanya pada mobil di rentang harga Rp 200 jutaan ke atas. Tetapi, di rentang harga Rp 100 – 180 jutaan pun masih belum bergairah. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This