Januari-Maret, Ekspor Toyota Indonesia Naik 2%

Januari-Maret, Ekspor Toyota Indonesia Naik 2%
Ilustrasi, ekspor SUV Indonesia. Proses Scanning Toyota Fortuner sebelum diekspor - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Di tengah stagnasi ekonomi dan ketidakpastian sektor finansial global, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), masih membukukan kenaikan ekspor kendaraan sebesar 2% di rentang waktu Januari – Maret. Ekspor sebanyak 46.130 unit yang dicatatkan pada kurun waktu itu terbanyak dicatatkan oleh model Sport Utility Vehicle (SUV).

Menurut Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal, Bob Azzam, jumlah SUV yang diekspor pada periode itu mencapai 11.165 unit. Jumlah iru setara 24% dari total ekspor CBU kendaraan bermerek Toyota. “Kendaraan jenis ini menjadi favorit negara-negara di kawasan GCC, Amerika Selatan, dan ASEAN ,” kata Bob di siaran pers TMMIN, Jumat (10/5/2019).

Di jajaran SUV ini, Toyota Rush menyumbang ekspor sebanyak 8.800 unit atau setara dengan 19% total ekspor. Varian lain yang juga membukukan ekspor dalam jumlah besar adalah hatchbatck Agya yakni sebanyak 8.600 unit atau sekitar 18% dari total ekspor.

Toyota Innova yang diekspor – dok.TMMINToyota Innova yang diekspor – dok.TMMIN

“Sementara, Vios membukukan ekspor sebanyak 5.500 unit, Avanza 5.780 unit, dan Town Ace/Lite Ace 3.715 unit. Selain itu, Kijang Innova, Sienta, dan Yaris yang totalnya 2.570 uni juga memberikan andil performa kuartal pertama,” ujar Bob.

Namun, lanjut Bob, jika dilihat secara kumulatif, sejak lima tahun terakhir, Toyota Fortuner menjadi SUV yang menyumbang ekspor terbanyak. Kini, di tahun 2019, dengan target kenaikan ekspor sebesar 5%, TMMIN juga masih berharap ekspor SUV terus naik.

“Saat ini kami fokus untuk mencari pasar-pasar ekspor non tradisional baru untuk mencapai target tersebut,” kata dia.

Selain mengapalkan kendaraan utuh bermerek Toyota, TMMIN turut pula mengirimkan kendaraan setengah jadi/Complete Knock-Down (CKD), mesin utuh, serta komponen kendaraan. Hingga Maret lalu, ekspor kendaraan CKD mencapai 9.900 unit.

Ilustrasi ekspor mobil Toyota – dok.Istimewa

Sedangkan ekspor mesin berbahan bakar bensin dalam rupa utuh sebanyak 25.750 unit. Sementara mesin berbahan bakar etanol dalam rupa utuh sebanyak 2.360 unit, dan komponen kendaraan sebanyak 26 juta unit. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This