Bos Astra Bantah Pernyataan Petinggi-petinggi APM

Bos Astra Bantah Pernyataan Petinggi-petinggi APM
Ilustrasi, pengunjung IIMS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil ambruk 13% menjadi 252 ribu unit kuartal I tahun ini. Beberapa petinggi agen pemegang merek (APM) menilai hal itu dipicu aksi menahan pembelian konsumen ritel dan fleet sebelum pemilu serentak digelar 17 April lalu.

Akan tetapi, Presiden Direktur Grup Astra Prijono Sugiarto tak sepakat dengan alasan tersebut. Sebab, tidak ada yang bisa buktikan penalaran semacam itu.

Bagi Pri, demikian dia biasa disapa, penurunan pasar mobil lebih dipicu stagnasi pertumbuhan ekonomi di level 5%. Selain itu, harga komoditas andalan ekspor seperti batu bara dan minyak sawit ambrol.

“Harga batu bara turun dari US$ 97 menjadi US$ 87 per ton, sedangkan CPO masih rendah, US$ 530 per ton,” ujar Pri di Jakarta, belum lama ini.

Ilustrasi, pengunjung IIMS antusias menanyakan skema pembelian yang ditawarkan MMKSI kepada petugas penjualan di booth Mitsubishi – dok.Motoris

Dia tidak bisa menerawang pergerakan pasar mobil sampai akhir tahun. Hal itu tergantung fluktuasi harga komoditas.

Soal kenaikan penjualan motor sebesar 19% per Februari 2019, Pri menilai, hal itu disebabkan manuver APM mengisi stok di dealer untuk mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang Lebaran. Penyerapan stok akan terlihat pada Mei 2019.

“Kalau harga sawit jeblos ke US$ 520 per ton, pasar motor dalam bahaya,” papar dia. (Gbr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This