Gaikindo Yakin Mobkas Asal Cina Tak akan Serbu Indonesia

Gaikindo Yakin Mobkas Asal Cina Tak akan Serbu Indonesia
Ilustrasi, salah satu mobil produksi Great Wall Motor yang dipamerkan di pameran otomotif Chengdu, Sichuan, beberapa wakru lalu - dok.China Daily News

Jakarta, Motoris – Kalangan industri kendaraan bermotor tak khawatir dengan kemungkinan mengalir derasnya mobil-mobil bekas (Mobkas) asal Cina yang diimpor ke Indonesia. Pasalnya, aturan pemerintah telah memastikan kriteria kendaraan penumpang maupun barang yang boleh diimpor.

“Kan ada aturan yang jelas soal impor ini. Peraturan Menteri Perindustrian nomor 14 tahun 2016 sudah secara jelas memberikan dasar acuan soal kriteria barang bekas yang bolh diimpor. Disebutkan bahwa kendaraan penumpang dan kendaraan angkutan barang yang sudah bekas tidak boleh diimpor. Jadi ndak khawatir lah,” papar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Menurut dia, soal impor kendaraan bekas – bukan dari Cina – beberapa waktu lalu juga sempat ramai di masyarakat, khususnya di kalangan pelaku idustri otomotif di Tanah Air. Saat ini marak isu imor truk bekas.

Saat itu, aturan tentang larangan impor truk bekas tersebut menjadi ramai diperbincangkan dan dianggap penting untuk melindungi industri di dalam negeri. Selain itu juga menyangkut faktor keamanan bagi pengguna, serta kenyamanan dalam layanan purna jual.

Ilustrasi perakitan mobil VW di luar Jerman, yakni di Cina. dok. MagnetiMarelli.com

“Kalau nanti muncul lagi isu impor mobil bekas, tentu hal-hal semacam ini (soal keamanan penggunaan dan layanan purna jual) juga akan muncul lagi. Tetapi yang jelas, aturannya sudah tegas-tegas tidak memperbolehkan,” papar Jongkie.

Industri Cina Jeblok
Sebelumnya, seperti dilaporkan Xinhua dan Reuters, Rabu (8/5/2019) pemerintah Cina melalui Kementerian Perdagangan meminta 10 provinsi di negeri itu untuk menggalang ekspor mobil bekas milik warga ke luar negeri.Kebijakan itu ditempuh sebagai jalan untuk mengatasi persoalan jebloknya industri otomotif dalam negeri.

Seorang pejabat kementerian mengatakan, industri mobil Cina saat ini tengah jeblok, dan menghadapi situasi terburuk sejak tahun 1990-an. Penyerapan mobil baru di negara berpenduuk terbanyak di dunia ini melempem.

Analis LMC Automotive – sebuah lembaga konsultan pemasaran dan perdagangan yang berbasis di Shanghai – Alan Kang mengatakan, tahun 2018 lalu penjualan mobil bekas di Cina hanya 13,82 juta unit. Jumlah ini jauh di bawah penjualan mobil baru yang sebanyak 28,08 juta unit.

Ilustrasi mobil di jalanan sebuah kota di Cina – dok.The Car Connection

Oleh karena itu, kata dia, perlu ada menstimulasi pasar mobil domestik. “Jika penjualan mobil bekas dipercepat maka akan membantu memperlancar penjualan mobil baru,” kata dia. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This