Astra Mulai Kalem, Rival Malah Jorjoran Sebar Diskon

Astra Mulai Kalem, Rival Malah Jorjoran Sebar Diskon
Toyota Avanza Veloz versi terbaru - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Grup Astra ternyata mulai kalem mendiskon mobil, seiring kuatnya penjualan dua barang baru, Avanza-Veloz dan Xenia facelift. Dua barang ini sudah terbukti mengangkat pangsa pasar Astra menjadi 53% kuartal I tahun ini dari periode sama tahun lalu yang sebesar 49%.

Sebaliknya, para rival malah jorjoran menebar diskon. Contohnya, Nissan memberikan diskon sekitar 2% untuk produk baru Nissan Livina dan Serena. Mitsubishi juga masih memberikan diskon sekitar 1% varian Xpander, demi mempertahankan pangsa pasar.

Bahana Sekuritas, broker saham lokal, memperkirakan sepanjang tahun ini, perang diskon tidak akan semasif tahun-tahun sebelumnya. Sebab, sang raja, Astra, menempuh jalur lain untuk memompa penjualan, yakni merilis Avanza dan Xenia facelift.

Tak seperti saudara kembarnya Avanza di Toyota, Xenia kini tak lagi jadi penyumbang penjualan terbesar di Daihatsu- dok.Motoris

“Astra juga fokus menjaga margin dan sukses mencetak kenaikan pangsa pasar melalui Avanza dan Xenia facelift,” tulis Bahana dalam laporan riset, Kamis (16/5/2019).

Di sisi lain, Bahana memprediksi penjualan mobil domestik masih belum pulih hingga akhir tahun nanti. Daya beli masyarakat yang semula diproyeksikan semakin pulih memasuki tahun ini, ternyata tak terjadi.

‘’Secara musiman, pada kuarta II ada sedikit perbaikan, dan pada kuarta II biasanya tumbuh lebih kencang. Namun secara keseluruhan tahun ini, penjualan mobil diperkirakan tak naik dan minimal stagnan,” kata Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus.

All New Nissan Livina yang merupakan kembaran Xpander resmi diluncurkan 19 Februari 2019-dokMotoris

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, penjualan mobil dari pabrikan ke diler atau wholesales selama Januari-Maret 2019 turun 13,1% menjadi 253.863 unit, dibanding periode sama tahun lalu 292.031 unit.

“Lemahnya penjualan mobil selama kuartal pertama tahun ini, tidak terlepas dari pengaruh belum pulihnya konsumsi masyarakat, pelemahan rupiah dan harga komoditas yang turun,” ujar Anthony. (Gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This