Januari-April, Ekspor Toyota Menciut Karena Faktor Ini

Januari-April, Ekspor Toyota Menciut Karena Faktor Ini
Ilustrasi Ekspor Toyota Kijang Innova - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Ekspor kendaraan utuh (complete build up/CBU) bermerek Toyota yang dibukukan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di rentang waktu Januari-April menciut 6%, yakni dari 65.700 unit di tahun lalu menjadi hanya 61.600 unit. Gejolak perekonomian global plus kebijakan proteks di sejumlah negara tujuan ekspor menjadi biangnya.

Data yang dirilis TMMIN, Jumat (24/5/2019) menunjukan, ekspor mobil CBU di kurun waktu itu terbanyak dibukukan oleh Fortuner yang sebanyak 14.400 unit atau 23% dari total ekspor. Kemudian Toyota Rush sebanyak 12.600 unit (20%), dan Toyota Agya yang sebanyak 10.800 unit (18%).

Selain itu ada sedab Vios yang mebukukan ekspor 7.500 unit, Avanza 8.400 unit. Sedangkan Kijang Innova, Sienta, Yaris serta Town Ace/Lite Ace mencatatkan ekspor sebanyak 7.900 unit.

Toyota Indonesia melihat dinamika yang terjadi – termasuk turunnya volume ekspor – sebagai sesuatu yang lumrah terjadi. Terlebih, kondisi perekonomian suatu negara tujuan ekspor, merupakan sesuatu yang di luar kontrol perusahaan.

“Namun demikian, hal-hal seperti ini tentu telah kami perhitungkan dalam manajemen resiko,” tutur Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT TMMIN, Bob Azam.

Ilustrasi, ekspor SUV Indonesia. Proses Scanning Toyota Fortuner sebelum diekspor – dok.TMMIN

Dia juga memastikan bahwa Toyota tidak akan mengoreksi target pertumbuhan ekspor tahun ini. Bahkan masih optimistis pertumbuhan di atas 5% hingga akhir 2019 masih akan bisa tercapai.

Terlebih, lanjut Bob, Toyota juga melakukan ekspansi ekspor ke negara-negara di kawasan Amerika Tengah yang proses studinya dilakukan sejak tahun lalu. Bahkan, pada November 2018, TMMIN juga mengundang para distributor dari calon negara tujuan ekspor baru ke Indonesia untuk melihat proses produksi di pabrik Karawang serta berdiskusi soal tren pasar dan karakteristik konsumen di negara-negara bersangkutan.

Hasil studi tentang potesi itu kemudian diajukan ke prinsipal Toyota di Jepang untuk disetujui. Persaingan yang semakin sengit di tengah ekonomi ekonomi global yang tidak stabil, kata Bob, menuntut Toyota Indonesia inovatif.

“Karena itu kami buat divisi khusus yang bertugas mencari pasar-pasar tujuan ekspor baru sebagai upaya dalam menjawab tantangan tersebut,”imbuh Bob. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS