Lebaran Dongkrak Penjualan Mobil di Tengah Tekanan

Lebaran Dongkrak Penjualan Mobil di Tengah Tekanan
Lebaran Dongkrak Penjualan Mobil di Tengah Tekanan

Jakarta, Motoris – Meski sepanjang Mei lalu – atau sebulan menjelang lebaran 2019 – permintaan mobil baru naik, namun setelahnya masih menghadapi tekanan berat. Kondisi eksternal alias global yang masih belum menentu dan sisa-sisa prosesi pemilihan umum masih menjadi tekanan berat.

“Kalau kita lihat secara umum, di Mei ada kenaikan dibanding bulan-bulan sebelumnya karena sentiment positif dari lebaran. Persiapan masyarakat untuk mudik, menyebabkan permintaan naik. Maaf, angka total penjualan masih dalam rekap, tapi intinya naik (dibanding bulan sebelumnya),” tutur Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, saat dihubungi, Selasa (4/6/2019).

Namun, jika dibanding tahun lalu, penjualan di tahun ini masih belum beranjak naik. Hal ini dikarenakan kondisi sosial dan politik, serta ekonomi yang lebih berat dibanding tahun lalu.

LCGC 7 kursi penumpang Toyota Caya di IIMS 2019 – dok.Motoris

“Kondisi perekonomian global yang tengah terjadi juga memiliki imbas terhadap perekonomian nasional, juga berpengaruh. Begitu juga dengan proses pemilihan umum juga masih belum selesai. Masyarakat masih banyak yang wait and see,” kata Jongkie.

Pernyataan senada diungkapkan Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Frasiscus Soerjopranoto. Menurutnya, keadaan ekonomi global yang diwarnai perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina, menjadikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga fluktuatif.

“Tentu dengan nilai tukar yang volatilitasnya tinggi (fluktuatif) maka impor, dan berbagai hal yang terkait ekonomi juga tidak menentu. Apalagi, di kita proses rangkaian pemilu juga masih belum selesai. Orang masih banyak menunggu situasi untuk berbelanja,” kata Soerjo saat dihubungi, Selasa (4/6/2019).

Kendati begitu, lanjut dia, di bulan Mei kemarin permintaan mobil baru masih meningkat karena ditopang kebutuhan lebaran. Dengan kondisi seperti itu, permintaan mobil Toyota masih tinggi, dengan penjualan di kisaran 30.000-an unit.

Gadis usher di booth Hascar Jeep di IIMS 2019 – dok.Motoris

“Angka pastinya masih dalam proses rekap, tetapi secara umum naik,” ucap Soerjo.

Seperti halnya Jongkie, Soerjo memperkirakan di bulan-bulan menjelang akhir tahun permintaan akan meningkat. Lantaran itulah, total penjualan mobil masih akan bisa – setidaknya- menyamai penjualan tahun lalu, 1,15 juta unit.

“Karena kalau kita lihat dari prodilnya, industri otomotif itu yang paling dinamis di antara sektor-sektor lain. Masih banyak model baru, kegiatan promosi dan lain-lain,” imbuhnya. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This