Pasar Menciut, APM Tak Akan Matikan Motor Bebek

Pasar Menciut, APM Tak Akan Matikan Motor Bebek
Ilustrasi, proses produksi motor bebek Honda - dok.AHM

Jakarta, Motoris – Pangsa pasar sepeda motor bebek di Indonesia dari tahun ke tahun terus menciut sejalan dengan terus membesarnya pangsa pasar sepeda motor skutik. Namun, meski penjualannnya terus menipis, produsen dan agen pemegang mereknya di Tanah Air  tidak ada niatan untuk menyetop produksi dan penjualanya.

Pasalnya, sejauh ini permintaan – meski kecil – masih ada, terutama di daerah-daerah di luar Jakarta. Motor bebek dinilai sebagai kendaraan yang memiliki karakter cpcpk dengan kondisi riil lingkungan.

“Bagi sebagian masyarakat yang menggemari motor bebek, motor tersebut memiliki karakter dan kemampuan tersendiri. Itu yang membuat mereka loyal. Artinya, pasar masih ada. Kalau pasar ada, mengapa kita hentikan?,” tutur Sales & Marketing 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, Yohan Yahya, saat ditemui di kawasan Jalan Simatupang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Yohan menyebut, sepanjang Januari-April lalu, PT SIS membukukan penjualan sebanyak 38.000 unit. Dari jumlah itu, varian motor bebek memberi sumbangan penjualan yang cukup lumayan. “Angka persisnya saya tidak hafal, musti melihat data. Tetapi, secara umum cukup lumayan. Artinya, demand masih cukup banyak,” kata dia.

Suzuki Satria FU – dok.Istimewa

Masih dipertahankannya motor bebek sebagai menu jualan, juga diungkapkan Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya. Menurutnya, pangsa pasar motor bebek Honda memang menciut.Dalam rentang waktu Januari-April lalu misalnya, pangsa pasar motor ini hanya 5-6% dari total penjualan yang sebanyak 1,7 juta unit. Padahal, di periode sama tahun 2018 lalu, pangsa pasar masih sebesar 7%.

Karakter khas

Pasar, kata Thomas, masih ada. Masih banyak masyarakat yang meminati motor bebek karena dinilai memiliki karakter dam kekhasan tertentu. Sehingga, Honda Indonesia hingga kini tidak memiliki rencana “mematikan” atau menyetop produki maupun penjualan varian motor itu.

Minat yang masih tinggi dari sebagian masyarakat terhadap motor bebek juga diakui Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala.

“Bagi sebagian masyarakat, terutama di daerah-daerah tertentu, baik di Jawa maupun luar Jawa, motor bebek dirasakan pas dengan kondisi alam. Selain itu, dengan sistem transmisi manual yang posisi giginya bisa dikontrol atau diatur oleh pengendara dinilai sebagai keunggulan tersendiri,” ungkap Sigit.

Varian warna dan stripe baru Honda Supra X 125 FI – dok.AHM

Sekadar catatan, di situs resmi perusahaan, Honda hingga saat ini masih menjajakan sejumlah model motor bebek. Model-model itu adalah Supra GTR 150, Supra X 125 FI, Revo X, dan Super Cub C125. PT SIS menyodorkan Suzuki Satria F150 dan Smash FI.

Sementara, TVS Indonesia menawarkan TVS Neo XR dan Rockz.  Adapun Yamaha, menjajakan MX King Series, Jupiter MX 150, Vega Force, serta Jupiter Z1. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This