Mobnas Vietnam, dari Cibiran Menjadi Kenyataan

Mobnas Vietnam, dari Cibiran Menjadi Kenyataan
Mobil nasional Vietnam pertama diproduksi di pabrikan Vinfast di Haipong - dok.Theleader

Hanoi, Motoris – Bagi Vietnam membuat mobil sendiri di dalam negeri adalah sebuah impian besar yang ingin diwujudkan, karena dengan produksi itu bukan saja menjadikan kemandirian tetapi juga menggelumbungkan ekonomi negeri. Hanya, impian itu menjadi bahan cibiran negara lain dan bahkan kalangan produsen mobil dunia.

Seperti dituturkan Perdana Menteri negara itu, Nguyen Xuan Phuc, saat memberi sambutan peresmian produksi pertama mobil nasional (Mobnas) Vietnam, buatan Vinfast (Vin Group), di Haipong, Jumat (14/6/2019) lalu. Bahan, kata Xuan yang dilansir Nikkei, Vietnam Express, dan Boimoi, Jumat (14/6/2019) tak sedikit negara-negara di regional maupun global yang tak pempercayainya.

“Awalnya tidak ada yang percaya perusahaan Vietnam dapat memproduksi mobil. Namun, inilah kenyataannya, kita telah membuktikan bahwa kita bisa. Karena itu saya yakin, Vin Group akan berhasil,” papar dia.

Jika banyak yang tak percaya dengan Vietnam, lanjut Xuan, bisa dimengerti. Negeri ini yang tak besar baik dalam segi pasar otomotif maupun jumlah penduduk. Sumber daya alam untuk mendukung bahan baku otomotif pun juga tak melimpah.

Ilustrasi, karyawan Vinfast tengah melakukan kontrol terhadap mobil Vinfast, mobil nasional Vietnam – dok. Nikkei Asian Review

Tapi itulah Vietnam. Negeri ini menjadi dari negara anggota Perhimpunan Bangsa-bansa Asia Tenggara (ASEAN) dengan pertumbuhan ekonomi ercepat. Bahkan, kini Produk Domestik Brutto per kapita Vetnam telah mencapai US$ 2.600, dan bahkan di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh telah menyentuh angka US$ 3.000.

Strategi kemitraan
Melihat perkembangan ekonomi Vetnam dan tead untuk mandiri, Vin Group pada tahun 2017 lalu mencanangkan produksi mobil di Vietnam. Pabrikan ini begerak cepat dan segera membuat aliansi strategis.

Sejumlah pabrikan kondang dunia diajak ikut serta. Tercatat ada nama Opel, BMW, Magna Steyr, rumah desain Pininfarina, hingga pabrikan sapre part Bosch. Total ada 30 pabrikan yang menjadi mitra. Vietnam tak malu dan tak segan mengakui pentingnya kemitraan, meski mobil itu dilabeli mobil nasional.

Hasilnya, dalam dua tahun, rencana prduksi sudah terwujud. Bahkan, pesanan sejak prototipe mobil itu diluncurkan pada tahun 2018 lalu, hingga kini sudah ada 10.000 unit yang terpesan. Model yang ditawarkan ada tiga, yakni hatchback, sedan, dan SUV.

Model hatchback dari mobil nasional Vietnam yang diproduksi oleh Vinfast – dok.Baomoi

“Kami telah menerima pesanan 10.000 unit lebih. Pesanan ini memberi kontribusi 18% kepada ttal penjualan mobil di Vietnam di rentang waktu hingga saat ini (lima bulan pertama tahun ini),” tutur Executive Vice President Vin Group, Nguyen Viet Quang.

Dia mengaku juga akan terus menggeber ekspor. Tak tanggung-tanggung, negara yang dituju adalah negara-negara di wilayah Eropa. Lantaran itulah, Vin Group kini menjalin kerjasama dengan 14 negara untuk dilakukan uji kualitas guna mendapatkan Mutual Recogniton Agreement (MRA) agar ekspor berjalan lempang. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This