Mobnas Vietnam Bisa Berdampak ke Ekspor Indonesia

Mobnas Vietnam Bisa Berdampak ke Ekspor Indonesia
Ilustrasi, karyawan Vinfast tengah melakukan kontrol terhadap mobil Vinfast, mobil nasional Vietnam - dok. Nikkei Asian Review

Jakarta, Motoris – Meski Vietnam – melalui Vin Group – telah memproduksi mobil nasional (Mobnas)  tak akan serta merta membuat ekspor mobil Indonesia terhadang  atau bahkan bisa hilang. Namun, sejumlah kalangan mengakui keberadaan mobil buatan negeri sendiri itu bisa berdampak terhadap pasokan mobil dari Indonesia.

Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, sebagai anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Vietnam  memang terikat dengan perjanjian kerjasama perdagangan bebas yang diteken organisasi. “Sehingga, semua kegiatan perdagangan, termasuk ekspor impor mobil juga harus mengacu pada kerangka kerjasama ini,” kata Jongkie saat dihubungi, Rabu (19/6/2019).

Namun, lanjut dia, pasokan produk – termasuk produk otomotif – ke suatu negara oleh negara lain, tentu juga berdasar keinginan, kebutuhan, dan permintaan konsumen. Lantaran itulah, keinginan dari konsumen ini tentu akan memberi dampak.

“Kalau bicara dampak, pasti ada. Sebesar apa atau seperti apa, tentu tergantung pada banyak faktor. Tetapi, tentu saja ini menjadi tantangan bagi kita untuk menciptakan produk yang berdaya saing tinggi,” tutur Jongkie.

Pernyataan serupa diungkapkan Director Administration, Corporate, & External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azzam. Meski, kata dia, diakui atau tidak program Mobnas Vetnam tersebut bisa berdampak terhadap ekspor mobil Indonesia.

SUV di jajaran mobil nasional Vietnam Lux SA 2.0 yang dibuat oleh Vinfast diluncurkan Jumat 14 Juni 2019 – dok.VNExpress

“Pasti ada dampaknya. Dan itu wajar, karena namanya juga kompetisi, Apalagi, soal pilihan (terhadap suatu produk) itu juga tergantung ke konsumen,” ujar Bob saat dihubungi, Rabu (19/6/2019).

Seperti halnya Jongkie, Bob menyebut yang perlu ditegaskan untuk digarisbawahi Vietnam adalah jangan ada diskriminasi antara produk asal impor dengan produk lokal. “Karena kalau hal itu terjadi, maka melanggar prinsip-prinsip perdagangan bebas terutama di antara negara-negara Asean,” paparnya.

Laris manis
Seperti diketahui, Vietnam telah resmi memulai produksi mobil nasional yang dibuat oleh Vin Group – konglomerasi Vietnam – di pabrik Haipong, Jumat (14/6/2019) lalu. Ada beberapa varian mobil yang akan diproduksi di pabrik ini, yakni hatchback, sedan, serta SUV.

Mobnas yang dibuat dengan kolabrasi bersama 30 pabrikan luar negeri, khususnya Eropa itu disebut laris manis. “Kami telah menerima pesanan 10.000 unit lebih. Pesanan ini memberi kontribusi 18% kepada ttal penjualan mobil di Vietnam di rentang waktu hingga saat ini (lima bulan pertama tahun ini),” tutur Executive Vice President Vin Group, Nguyen Viet Quang, seperti dilaporkan Nikkei dan Vietnam Express, Jumat (14/6/2019).

Mobil nasional Vietnam pertama diproduksi di pabrikan Vinfast di Haipong – dok.Theleader

Pasar mobil Vietnam sejatinya tidaklah sebesar Indonesia. Menurut catatan Nikkei, penjualan mobil di negara ini saban tahunnya tak lebih dari 280.000 unit, atau seperempat dari penjualan di Indonesia.

Namun, negeri ini menjadi dari negara anggota Asean dengan pertumbuhan ekonomi ercepat. Bahkan, kini Produk Domestik Brutto per kapita Vetnam telah mencapai US$ 2.600, dan bahkan di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh telah menyentuh angka US$ 3.000. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS