Toyota Nyayur, Rival Amsyiong Semua

Toyota Nyayur, Rival Amsyiong Semua
Toyota Kijang Innova - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil domestik sepanjang Mei anjlok 16,4% menjadi 84.029 unit, dibandingkan bulan sama 2018 sebanyak 100.520 unit. Sementara, akumulasi penjualan Januari hingga Mei 2019 ambles 14,7% menjadi 422.038 unit dari sebelumnya 494.931 unit.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis Grup Astra, akhir pekan lalu, menunjukan, penurunan penjualan di bulan Mei yang terbesar dialami Mitsubishi yakni dari 16.967 unit pada Mei 2018 menjadi 11.761 unit. Penurunan ini diikuti Suzuki dari 12.555 unit menjadi 8.775 unit.

Penjualan Honda juga turun dari 14.324 menjadi 11.048 unit pada Mei 2019, sedangkan Toyota, rival Mitsubishi dan Honda di Indonesia, naik tipis, dari 29.013 unit menjadi 29.280 unit. Daihatsu, merek besutan Grup Astra selain Toyota, Daihatsu, dan Peugeot, mencetak penurunan penjualan dari 17.733 unit menjadi 14.178 unit.

Daihatsu Xenia terbaru di IIMS 2019 – dok.Motoris

Nissan mencetak kenaikan penjualan fantastis, dari 246 unit menjadi 1.204 unit, seiring hadirnya All New Livina. Tetapi, Nissan sekarang bukan rival utama Toyota lantaran penjualannya cuma segitu.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, penjualan Toyota Mei 2019 cukup stabil, karena dampak Bulan Puasa dan Lebaran. Alhasil, penjualan ritel Toyota naik menjadi 31.800 unit pada Mei dari April sebanyak 26.600 unit.

TAM, kata dia, sudah memproyeksikan dari awal Bulan Puasa, penjualan mobil akan naik. Terutama, mendekati mudik Lebaran dan puncak pengiriman dilakukan pada Mei.

Dia menegaskan, Avanza masih menjadi mobil terlaris dengan penjualan ritel 7.500 unit. Di belakang Avanza terdaat SUV Rush 5.600 unit, Innova 4.100 unit, dan Calya sebanyak 4.500 unit.

LCGC 7 kursi penumpang Toyota Caya di IIMS 2019 – dok.Motoris

Dia menjelaskan, penjualan mobil akan bangkit di semester II, didorong pameran GIIAS 2019. Selain itu, aksi wait and see konsumen terkait pemilu diprediksi berakhir, sehingga aktivitas pembelian mobil kembali bergairah.

Meski begitu, dia memprediksi penjualan mobil pada Juni turun akibat pendeknya hari kerja, seiring adanya libur Lebaran. Penjualan baru naik pada Juli.

Soerjo menilai, penjualan mobil sulit melampaui torehan 2018 sebanyak 1,1 juta unit. Kalangan agen pemegang merek pun harus berupaya keras untuk menyamai level 2018. (Gbr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS