TDCAC, Cara Toyota Asah Kreatifitas Anak Bangsa

TDCAC, Cara Toyota Asah Kreatifitas Anak Bangsa
Demion Deven, anak asal Surabaya yang tahun ini mewakili Indonesia di ajang TDCAC 2019 yang akan berlangsung di Jepang - dok.TAM

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) kembali menggelar Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) dengan peserta anak-anak dengan usia di bawah 15 tahun. Melalui kegiatan – yang disebut langsung diinisasi oleh bos Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda – itu, Toyota ingin mengasah kreatifitas anak-anak dalam menggapai impian dan cita-cita mereka.

Seperti diungkapkan President Director TAM, Yoshihiro Nakata, pihaknya tak hanya berkomitmen yang tinggi dalam pengembangan bisnis yang baik dan sehat di Indonesia. Tetapi, lanjut dia, Toyota Indonesia juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, pendidikan, keselamatan berkendara dan pengembangan pemberdayaan masyarakat.

“Salah satunya melalui Toyota Dream Car Art Contest. Sehingga Toyota Indonesia senantiasa memberikan kontribusi di bidang sosial sebagai wujud dari semangat “Toyota Berbagi” ungkap dia di Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Sementara, praktisi gambar yang juga salah seorang juri TDCAC, Anto Motulz mengatakan, kegiatan menggambar merupakan cara untuk menuangkan keinginan dan imijanasi anak-anak terhadap sesuatu yang menjadi impian mereka. Dengan melihat imajinasi mereka, kita dapat melihat seperti apa harapan dan ide-ide orisinal yang terkadang jarang ditemukan di kehidupan sosial masyarakat saat ini.

Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, bersama para pemenang TDCAC 2019 Kategori Dua yakni usia 8-11 tahun – dok.TAM

Ide-ide anak-anak, kata Anto , lebih genuine atau orisinal. Mereka menunagkan apa yang ada di benak mereka, tanpa ada tendensi atau pengaruh dari pihak lain. Memang, terkadang wujudnya kerap nyeleneh. Apalagi bagi orang awam.

“Kadang memang aneh. Tetapi, kalau kita lihat dan tanya anak yang bersangkutan, apa maksudnya?. Ternyata idenya itu luar biasa, dan menginsiprasi kita karena di luar pemikiran kita selama ini,” ungkap Anto saat ditemui di tempat yang sama. .

Pernyataan senada diungkapkan artis yang juga pemerhati anak-anak, Shanaz Haque. Menurut dia, gambar adalah wahana nyata untuk menuangkan impian bagi anak-anak.

“Impian dari seorang anak adalah gambaran apa yang ada di benak mereka. Ide-ide yang sering menyelinap di benak mereka. Oleh karena itu, dengan TDCAC ini kita berikan kebebasan bagi anak-anak untuk mewujudkan apa impian atau ide mereka,” tutur Shahnaz.

Jangan takut bermimpi
Dengan memberi kebebasan berpikir dan berkreasi melalui pernyataan ide, lanjut istri dummer kondang Gilang Ramadhan itu, maka kreatifitas bangsa juga akan terasah. Sebab, ide-ide atau gagasan besar yang berguna untuk bangsa atau bahkan mengubah dunia, semua berasal dari impian.

Karena itu, kata mantan None Jakarta itu, langkah Toyota yang memberi wahana untuk menuangkan ide atau gagasan anak-anak melalui TDCAC ini patut diapresiasi. Ini merupakan langkah penting dalam memajukan bangsa.

“Ya, barangkali terlihat sepele, hanya lomba menggambar. Tetapi kalau kita lihat lebih dalam, ini adalah langkah strategis. Mengasah kreatifitas, itu sama artinya dengan menggali potensi dan ide-ide cemerlang bangsa ini. Beri kebebasan anak untuk bermimpi, dan kepada mereka jangan takut bermimpi, karena langkah besar bisa berawal dari impian,” terang dia.

Pernyataan Shahnaz maupun Anto diamini, Marketing Director TAM, Anton Jimmi Suwandi. Dia menyebut, ide-ide cemerlang kerap datang dari anak-anak yang notabene memiliki gagasan orisinal dan cerdas.

 

“Karena itu, Toyota di Indonesia ingin berkembang bersama masyarakat. Melalui komitmen terhadap kehidupan sosial masyarakat, tidak terkecuali anak-anak, Toyota juga ingin maju bersama mereka. Itu komitmen kami,” kata dia.

Indonesia sudah tujuh kali ikut ajang ini pada 2008, 2011, 2012, 2015, 2016, 2017 dan 2018. Pada tahun 2017 dan 2018, perwakilan Toyota Indonesia menyabet Best Engineering Award.

Pada 2017, Faisal Fatahillah berhasil meraih Best Engineering Award dengan karya berjudul “Note Car”. Sementara, di tahun  2018, Xylone Margareth Andariska, menyabet Best Engineering Award dengan karyanya yang berjudul “Alphabet Car”.

Tahun ini, Damion Deven asal Surabaya terpilih sebagai pemenang yang bakal mewakili Indonesia ke Jepang. Bocah berusia 10 tahun itu menggambar mobil yang diberi judul Dare Duck Car. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This