Wuling dan DFSK Mulai Ganggu Bisnis Astra

Wuling dan DFSK Mulai Ganggu Bisnis Astra
Wuling Almaz - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil Astra turun 5,7%% menjadi 181 ribu unit per April 2019. Dalam beberapa bulan ke depan, penjualan mobil konglomerasi otomotif terbesar se-Indonesia ini diprediksi susah bangkit.

Trimegah Securities menilai, hal itu dipicu tekanan dua pemain Tiongkok, Wuling dan DFSK, seiring kuatnya permintaan di IIMS 2019. Model yang diburu adalah Almaz dan Glory 560.

“Penjualan dua mobil itu bakal terlihat kuartal II tahun ini. Hal ini bakal membuat Astra sulit memompa penjualan,” tulis broker saham lokal itu dalam laporan riset, belum lama ini.

Selain itu, semester II tahun ini, Astra bakal disikat beberapa model baru dari para rival abadi di GIIAS 2019, Juli mendatang. Sebut saja Suzuki Jimny, Mitsubishi Pajero Sport dan Eclipse Cross. Dua nama terakhir belum bisa dipastikan Motoris, sedangkan Jimny semua sudah tahu bakal dilego di sini.

SUV baru Dongfeng Sokon yang diluncurkan di Indonesia, DFSK Glory 560 – dok.Istimewa

Tahun depan, Trimegah memprediksi Astra melepas generasi baru Avanza dan Xenia. Kabar ini belum diiyakan oleh bos-bos Astra. Motoris mendengar dua barang panas itu baru keluar 2022.

Trimegah memangkas rekomendasi saham Astra berkode ASII dari beli menjadi netral, dengan target harga Rp 8.000 dari Rp 8.500. PER saham ASII menurun dari 18,7 kali menjadi 17,5 kali berdasarkan proyeksi laba bersih 2019. (Gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This