Ambil Alih Kia, Indomobil Bisa Produksi di Lokal

Ambil Alih Kia, Indomobil Bisa Produksi di Lokal
Ilustrasi, Indomobil - dok.Beritasatu

Jakarta, Motoris – PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS atau Indomobil) dipastikan telah mengambil alih kendali keagenan merek dan distribusi merek Kia di Indonesia. Sebagai pemegang kendali baru keagenan merek Kia di Tanah Air, Indomobil juga bakal meracik ulang strategi baru dalam bisnis termasuk kemungkinan produksi di dalam negeri yang diperuntukan bagi pasar lokal atau bahkan ekspor.

Kabar akuisisi hingga 100%  – dalam arti untu kegiatan bisnis distribusi dan penjualan, layanan purna jual servis dan perawatan, hingga penyediaan suku cadang – dari pemegang hak keagenan lama  atau PT Kia Mobil Indonesia itu diungkap Presiden Komisaris IMAS, Subronto Laras.

“Jadi dalam bisnis ini, kita harus memberikan nilai positif kepada industri nasional. Yang tentu saja, dari diri kita sendiri dulu.  Sehingga meraih peluang pasar yang lebih besar dan bisa juga ekspor. Termasuk dengan cara itu (produksi di dalam negeri),” papar dia saat dihubungi, Senin (1/7/2019).

Menurut Subronto, dengan memproduksi di lokal, maka daya saing bisa pertajam, karena harga akan lebih miring dibanding jika harus diimpor.  Sementara, lanjut dia, Kia memiliki modal dasar yang besar untuk menggempur pasar Indonesia.

Merek asal Korea Selatan itu memiliki portofolio varian produk yang lengkap, mulai dari SUV, sedan, hatchback, atau bahkan MPV. Semua jenis mobil tersebut merupakan mobil-mobil yang saat ini disukai masyarakat Indonesia.

Ilustrasi, Kia Sportage Facelift – dok.Paultan.org

Oleh karena itu, menata kembali jaringan disribusi, serta strategi pemasaran, diharapkan menjadi jalan baru untuk meraih pangsa pasar yang sebanyak-banyaknya. Walhasil, potensi untuk memproduksi kendaraan di dalam negeri – karena secara skala ekonomi memenuhi setelah dicapainya target penjualan – juga bisa direalisasikan.

Ekspor
Selain memproduksi kendaraan di dalam negeri, Indonesia juga dimanfaatkan oleh Kia Motors untuk membidik pasar ekspor terutama ke negara-negara di kawasan Asia maupun Australia. Artinya, Indonesia bisa menjadi basis produksi.

“Australia itu punya pasar sampai 1 juta unit lebih. Sementara, industri di sana banyak yang tutup. Jadi kebutuhan dipenuhi dari impor. Ini tentu peluang,” kata Subronto.

Ilustrasi, Kia Seltos – dok.Kia Global

Soal potensi pasar di Australia itu sebelumnya juga diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Terlebih, kata dia, antara Indonesia dengan Australia telah memiliki ikatan kerjasama ekonomi yang mempermudah ekspor melalui perjanjian kerjasama Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang diteken pada 4 Maret lalu.

“Perjanjian itu memberi peluang Indonesia untuk memperbesar ekspor mobil khususnya varian sedan dan SUV. Karena pasar Australia itu tiap tahunnya mencapai 1,17 – 1,20 juta unit dan terbanyak adalah sedan dan SUV,” ungkap dia. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This