Wacana Pembatasan Usia Kendaraan, Ini Kata Gaikindo

Wacana Pembatasan Usia Kendaraan, Ini Kata Gaikindo

Jakarta, Motoris – Setelah tahun 2009 lalu sempat muncul namun tenggelam lagi, kini wacana pebatasan usia kendaraan – untuk bus pariwisata dan bus umum – mencuat lagi. Meski dasar hukum sudah ada, yakni di Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009, namun persoalan ekonomi menjadi faktor pertimbangan tersendiri untuk diwujudkan atau tidak.

“Iya, sebenarnya dari sisi aturan sudah ada dasarnya, UU Nomor 22 Tahun 2009. Dan pembatasan usia (kendaraan) itu seingat saya sudah pernah diwacanakan, tetapi kemudian tidak berlanjut, apalagi pas ekonomi tidak mendukung. Karena kalau dibatasi, kan masyarakat ganti kendaraan. Nah, bagaimana dengan kemampuan ekonomi? Itu juga jadi pemikiran tersendiri,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (2/6/2019).

Dasar dan tujuan pembatasan usia kendaraan, kata Budi, beragam. Mulai dari alasan emisi gas buang untuk kebaikan lingkungan hidup, alasan keselamatan yakni untuk mencegah kecelakaan, hingga upaya untuk mengajak masyarakat beralih ke angkutan umum.

Proses realisasi, kata Budi, juga masih panjang. Dan yang harus dipahami masyarakat, lanjut dia, kebijakan ini membatasi peredaran kendaraan di jalan secara umum melalui pembatasan usia kendaraan yang beredar. “Ini masih untuk kendaraan (angkutan) umum. Kendaraan pribadi masih belum ke arah sana. Untuk pribadi, kita masih pakai instrumen lain seperti tarif parkir, kebijakan ganjil genap, dan lainnya,” tandas Budi.

Ilustrasi kemacetan lalu-lintas di jalan tol – dok.JLT Canada

Menanggapi wacana ini, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongie Sugiarto menyebut, pembatasan usia kendaraan memiliki tujuan yang baik. Selain aspek lingkungan, juga keselamatan.

“Bagi industri ini bagus. Tentu harapannya, penjualan kendaraan baru juga meningkat. Sebab, yang saya tangkap di sini bukan penjualannya ya yang dibatasi, tetapi peredaran kendaraan, terutama yang berusia tua,. Tapi, kabarnya kan yang untuk angkutan umum saja. Tapi bagaimana pastinya, saya tidak tahu persis bunyinya,” kata dia saat dihubungi, Selasa (2/6/2019).

Tetapi yang pasti, lanjut Jongkie, jika usia yang lama dibatasi, juga harus ada insentif bagi masyarakat agar mau berganti mobil. Terutama, kata dia, jika pembatasan usia kendaraan itu juga ditujukan bagi kendaraan pribadi.

“Harapan kita seperti itu. Penjualan kendaraan baru diharapkan semakin meningkat (saat usia kendaraan dibatasi). Tinggal seperti apa daya beli masyarakat, kalau itu (pembatasan usia) kendaraan pribadi. Kondisi ekonomi bagaimana? Ya, yang ini harus kita lihat, kita harus cermat,” ucap dia. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This