Masih Kalah Cling dari Wuling, DFSK Pakai Strategi Ini di GIIAS

Masih Kalah Cling dari Wuling, DFSK Pakai Strategi Ini di GIIAS
Glory 580 di gelaran GIIAS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski memulai bisnis di Indonesia di waktu yang hampir bersamaan – di tahun 2017 – namun, kinerja penjualan mobil-mobil Dongfeng Sokon (DFSK) yang dijajakan PT Sokonindo Automobile masih kalah “cling” dibanding mobil Wuling Motors yang dijual oleh PT SGMW Indonesia (Wuling Motors Indonesia). Kini, DFSK Indonesia terus meramu strategi anyar dalam menggenjot penjualan, terus di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Fakta berbicara. Seperti diungkap data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo), sepanjang lima bulan pertama atau dari Januari-Mei, mobil DFSK di Indonesia terjual sebanyak 1.266 unit. Jumlah ini merupakan wholesales alias distribusi dari pabrik ke diler, bukan penjualan diler langsung ke konsumen.

Sementara, di rentang waktu yang sama, mobil-mobil Wuling terjual (wholesales) sebanyak 6.341 unit. “Total penjualan Almaz wholesales 2.723 unit. Kemudian Confero 2.463 unit dan Cortez 1.155 unit,” tutur Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani saat dihubungi belum lama ini.

Lantas, apa yang menjadikan keduanya berbeda dalam mengukir kinerja penjualan? Ada berbagai faktor tentunya.

SUV baru Dongfeng Sokon yang diluncurkan di Indonesia, DFSK Glory 560 – dok.Istimewa

Namun, yang pasti, di tahun ini – seperti diungkapkan Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Franz Wang beberapa waktu lalu – DFSK akan menjalankan strategi baru. Termasuk di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

“Di GIIAS 2019, DFSK akan memperkenalkan varian terbaru DFSK Glory 580 yang mengusung teknologi satu-satunya di kelasnya. Selain itu hadir juga mobil konsep SUV Listrik yang menjadi contoh teknologi yang dimiliki oleh DFSK. Kedua mobil ini akan melengkapi lini kendaraan DFSK yang akan ditampilkan selama 11 hari penyelenggaran pameran,” kata Wang beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Wang, pengunjung yang membeli DFSK selama GIIAS 2019, juga bisa memanfaatkan program promo yang digelar. Diantaranya, uang muka atau down payment (DP) rendah, bunga ringan, super cashback, booking fee rendah, hingga hadiah yang bisa langsung didapatkan selama pembelian.

Layanan servis
Frans Wang juga mengatakan, pihaknya juga terus melakukan inovasi layanan purna jual. Hal itu sesuai dengan nilai ‘All for Customers’. “Sehingga kami berjanji akan terus berinovasi untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, dan menjadi solusi bagi beragam kebutuhan mobilitas sehari-hari,” kata dia.

Salah satu wujud nyata inovasi di layanan purna jual itu adalah DFSK Flight Service untuk menjangkau pengguna DFSK yang berlokasi di luar radius layanan outlet serta diler. Sejak Maret 2019, DFSK Flight Service sudah ada di 30 wilayah di seluruh Indonesia.

Wilayah tersebut, antara lain, Denpasar, Bandung, Lampung, Bogor, dan berbagai daerah lainnya. Sebagian besar konsumen yang berdomisili jauh dari diler resmi.

Layanan ini juga diberikan untuk pemilik kendaraan niaga DFSK Super Cab. Wajar. Penjualan kendaraan niaga andalan DFSK Indonesia ini terbilang masih seujung kuku dibanding para pesaing.

Awal-awal menggarap pasar Indonesia DFSK menyodorkan Pikap Sokon Supercab, kendaraan komersial yang dirakit Sokon Automible di Serang, Banten – dok.Motoris

Seperti diungkapkan Marketing General Manager PT Sokonindo, Permata Islam, di sela peresmian diler baru DFSK di Serang, Banten, Kamis (27/6/2019) lalu, di rentang Januari-Mei, Super Cab terjual 612 unit. Pikap ini disebut paling laris diantara mobil DFSK yang saat itu total penjualannya 1.2001-an unit.

Pada kurun waktu yang sama, pesaing utamanya yakni Suzuki Carry membukukan penjualan 19.334 unit (2.600 unit diantaranya New Carry yang dijual mulai April-Mei). Sementara, Daihatsu Gran Max terjual 16.839 unit. (Gen/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This