Ini Strategi Pemerintah Cina Genjot Penjualan Mobil Hibrida

Ini Strategi Pemerintah Cina Genjot Penjualan Mobil Hibrida
Ilustrasi, pengecasan baterai motor listrik mobil hybrid di Cina - dok.CarAndBike

Beijing, Motoris – Saat ini Republik Rakyat Cina (Cina) dikenal sebagai pasar electric vehicles (EV) atau kendaraan terelektrifikasi – termasuk hybrid dan plug in hybrid – terbesar di dunia. Pabrikan mobil pun berjuble di sana untuk mengembangkan kendaraan listriknya khusus untuk pasar negeri itu.

Karena itu, tidaklah mengherankan kalau produsen besar, seperti Toyota dan Honda, mengharapkan dukungan dari pemerintah setempat untuk mempromosikan dan memasarkan mobil hibrida mereka.

Gayung bersambut. Pemerintah Cina saat ini mulai memfokuskan strategi baru di sektor otomotif, yaitu mendorong kendaraan hibrida. Strategi baru itu sejalan dengan upaya untuk membersihkan lingkungan dari pencemaran udara serius akibat emisi gas buang kendaraan.

Seperti dilaporkan Nikkei Asian Review, Senin (15/7/2019), melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, pemerintah Cina akan membuat kebijakan terkait kendaraan hibrida yang memungkinkan para produsen mobil untuk dapat memasok lebih banyak kendaraan hibrida.

Ilustrasi, pameran mobil di Cina – dok.South China Morning Post

Meski masih disokong oleh bahan bakar fosil, mobil hibrida dinilai sebagai kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang rendah. Dengan begitu, para produsen mobil diharapkan dapat berperan dalam mengatasi masalah pencemaran udara di Tiongkok.

“Beijing akan menggelar dengar pendapat dengan para produsen dan pakar industri pada awal Agustus,” tulis Nikkei Asian Review.

Lewat dengar pendapat tersebut, pemerintah berharap mendapatkan masukan sebelum keputusan terkait strategi peningkatkan angka kendaraan hibrida itu diketok.

6.000 banding 1 juta
Dalam aturan yang ada saat ini, kendaraan hibrida masuk ke dalam kelompok yang sama dengan kendaraan konvensional. Karena itu, para produsen mobil diharuskan memproduksi 20.000 EV berkinerja tinggi untuk setiap satu juta kendaraan hibrida.

Jika EV tidak memenuhi standar kinerja, produsen mobil harus memproduksi lebih dari 20.000 unit. “Dengan peraturan yang baru, pabrikan mobil hanya perlu memproduksi 6.000 kendaraan listrik per satu juta hibrida,” tulis media tersebut.

Ilustrasi, mobil hybrid Toyota yang dipasarkan di Cina – Reuters

Kebijakan baru ini menunjukkan bahwa pemerintah Cina mengganggap kendaraan hibrida merupakan alat yang efektif untuk mengatasi masalah polusi udara. Selain itu memutuskan ketergatungan kepada bahan bakar minyak. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This