Pemerintah Pede Ekspor Mobil Bisa Tembus 1 Juta Unit

Pemerintah Pede Ekspor Mobil Bisa Tembus 1 Juta Unit
Ilustrasi, Presiden Joko Widodo saat menyaksikan ekspor Toyota Fortuner didampingin Presiden Direktur PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Pemerintah optimistis volume ekspor mobil bisa menembus angka 1 juta unit pada 2025. Untuk dapat mencapai angka itu dibutuhkan efisiensi produksi dan peningkatan daya saing mobil buatan dalam negeri.

Oleh karena itu, saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) gencar menjalankan program industri 4.0 untuk mencapai target tersebut. Tidak hanya itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga berkomitmen membantu industri otomotif nasional menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan harmonisasi dan sinkronisasi di sektor tersebut.

Yang terbaru adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas PP Nomor 94 Tahun 2010 Tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak Dan Pelunasan Pajak Penghasilan Dalam Tahun Berjalan. Perubahan ini didasarkan upaya pemerintah untuk mendorong investasi pada industri padat karya, keterlibatan industri dalam penyiapan SDM yang berkualitas, dan industri melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan.

All New Suzuki Ertiga, salah satu mobil yang saat ini diekspor ke sejumlah negara oleh PT SIS – dok.Istimewa

Berdasarkan peraturan tersebut, Pemerintah memberikan insentif pajak sebesar pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 200% dari jumlah biaya yang dikeluarkan industri dalam menyelenggarakan kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran dalam rangka peningkatan SDM berbasis kompetensi tertentu.

Selain itu pemerintah juga memberikan insentif serupa dengan nilai maksimal 300% dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia.

 

Daya tarik
Pemerintah meyakini kebijakan itu akan menjadi daya tarik bagi industri yang berbasis inovasi, sehingga akan memberikan efek positif bagi industri nasional termasuk di sektor otomotif.

“Sementara kami membutuhkan komitmen dari para prinsipal untuk menjadikan Indonesia basis produksi berorientasi ekspor,” ujar Airlangga di sela pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Dia mencontohkan, volume ekspor kendaraan CBU tahun lalu sebanyak 250 ribu unit yang dikirimkan ke 80 negara di dunia, termasuk lima negara tujuan utama ekspor otomotif yaitu Filipina, Arab Saudi, Jepang, Meksiko dan Vietnam.

Ilustrasi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berkunjung melihat booth peserta IMOS – dok.Motoris

Menurutnya, dalam waktu dekat Indonesia juga bisa mengekspor mobil ke Australia setelah dirampungkannya negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan negara Kanguru. “Tahun ini targetnya 400 ribu unit CBU kita kirim ke negara-negara pemesan, dan diharapkan terus meningkat tiap tahun,” ujarnya.

Industri Prioritas
Dalam peta jalan industri 4.0, pemerintah telah memasukkan sektor otomotif sebagai salah satu industri prioritas yang akan dikembangkan. Apalagi produksi dan penjualan otomotif nasional sejak 2013 mencapai rata-rata diatas 1,2 juta unit per tahun dan memberi multiplier effect yang luas ke perekonomian Indonesia.

Ilustrasi, pabrik perakitan mobil – dok.Livemint

Kemenperin mencatat, produksi kendaraan roda empat atau lebih pada periode Januari-Mei 2019 tercatat sebesar 522 ribu unit. Sementara itu, penjualan domestik berkisar di angka 422 ribu unit, yang berasal dari produksi lokal maupun impor, sedangkan ekspor CBU sekitar 115 ribu unit. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This