Kongsi dengan BYD, Toyota Bikin Sedan dan SUV Listrik

Kongsi dengan BYD, Toyota Bikin Sedan dan SUV Listrik
Ilustrasi, beberapa konsep mobil listrik Toyota - dok.Toyota

Tokyo, Motoris – Setelah beberapa hari sebelumnya mengumumkan kerjasama dengan produsen baterai mobil listrik asal Cina, Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) – yang kini menjadi produsen terbesar di dunia – Toyota Motor Corporation membuat gebrakan baru. Pabrikan terbesar di dunia ini berkongsi dengan BYD Automobile untuk membuat beberapa model mobil listrik.

Seperti dilansir Toyota Newsroom dan laman Electrek, Sabtu (20/7/2019), Toyota akan memproduksi sedan dan SUV listrik bersama pabrikan yang berbasis di Shenzen, Guandong, Cina, itu dengan label Toyota. “Kendaraan tersebut akan diluncurkan dengan merek Toyota di semester pertama tahun 2020,” bunyi pernyataan Toyota.

Sebelumnya – beberapa waktu sebelum mengumumkan kongsi memproduksi mobil – Toyota telah menyatakan akan bekerjasama dengan BYD untuk membuat baterai motor listrik. Baterai itu ditujukan untuk mobil-mobil listrik murni, yakni mobil elektrifikasi yang berbasis baterai.

Pabrikan yang dinahkodai Akio Toyoda itu, seperti dilaporkan Bloomberg, belum lama ini, juga telah menggandeng CATL. Produsen baterai listrik ini, sejak tahun 2017 lalu diketahui telah mengmabil alih posisi Panasonic sebagai pembuat baterai listrik terbesar di dunia dalam hal penjualan produk.

Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik di Cina – dok.Caixingglobal.com

Tapi, hingga kini, Toyota juga masih mengikat kerjasama dengan Panasonic untuk membuat baterai listik juga. Langkah pabrikan yang gencar meerajut kerjasama dengan sejumlah pembuat baterai listrik itu dilakukan, demi mewujudkan ambisi penjualan kendaraan listrik sebanyak 5,5 juta pada tahun 2025 nanti.

BYD masuk Indonesia
Pada konteks lain, nama BYD juga disebut-sebut bakal masuk ke Indonesia. Seperti diungkapkan Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Maritim, Ridwan Djamaluddin, di Jakarta, Rabu (10/7/2019), BYD berniat merelokasi pabriknya ke Tanah Air, untuk menghindari dampak perang dagang Cina – Amerika Serikat.

Hanya, Ridwan mengaku belum tahu persis berapa nilai investasi yang bakal digelontorkan BYD dalam rangka relokasi itu.

“Itu (investasi) belum tahu. Karena mereka memang belum menyebutkan angka (investasi), tetapi sudah menyampaikan minat. (Mereka) masih akan memastikan syarat-syarat investasi, kemudian juga payung hukum (Perpres Kendaraan Listrik). Saat ini (proses penerbitan) Perpres tengah berjalan,” kata dia.

BYD e6, salah satu mobil listrik pertama di pasar domestik China, meluncur pada 2012. – insideevs.com

Sebelumnya, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. dalam keterangan resmi, Jumat (10/5/2019), menyebut BYD Automobile yang berdiri sejak tahun 2003 itu akan berkonsentrasi menggarap segmen pasar mobil listrik di Indonesia.

Bahkan, pabrikan itu sejak beberapa waktu lalu telah bekerjasama dengan perusahaan operator taksi Blue Bird dalam penyediaan armada bersumber tenaga dari listrik. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This