Pasar Bus Diyakini Nanjak di Semester Dua, Hino Merajai

Pasar Bus Diyakini Nanjak di Semester Dua, Hino Merajai
Bus Hino dengan karoseri Laksana di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Setelah di semester pertama tahun ini penjualan bus susut, namun para pemain pasar di kendaraan komersial angkutan penumpang ini mengaku optimis pasar bakal naik di semester kedua. Semakin membaiknya infrastruktur jalan tol dan mahalnya harga tiket moda transportasi lain, menjadi pemicu.

“Saya tidak hafal angkanya. Tetapi, yang pasti penurunan penjualan kendaraan komersial termasuk bus itu turun cukup banyak. Faktor kondisi politik, pemilu, menjadikan pelaku usaha bersiap wait and see,” kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, saat dihubungi, Minggu (21/7/2019).

Meski begitu, Jongkie memperkirakan pada semester kedua ini penjualan akan melaju. Pasalnya, para pengusaha juga bersiap menyambut tahun 2020, dan infrastruktur jalan yang bagus memberi harapan baru, bus bakal kembali menjadi sarana transportasi pilihan masyarakat.

Pernyataan serupa diungkapkan Sales Director United Tractors  (UT) – yang di Indonesia menjual chassis bus merek Scania – Iman Nurwahyu . “Saya kira, membaiknya jalan tol itu mempunyai dampak positifnya sangat besar terhadap pasar bus. Sebab, ada korelasi positif antara kondisi jalan dengan bus. Apalagi, bus merupakan alat transportasi yang fleksibel,” kata dia saat ditemui di arena GIIAS 2019, ICE, Serpong, Tangerang, Minggu (21/7/2019).

Lantaran itulah, kata Iman, UT mematok target penjualan sepanjang tahun ini dua kali lipat dari penjualan tahun lalu. “Tahun lalu, kita (menjual) 50-an unit. Semster pertama tahun ini, lumayan,” kata Iman tak bersedia menyebut angka penjualan.

Bus Scania dalam balutan karoseri besutan Laksana. Dibanding penjualan Hino, bus Scania sepanjang tahun lalu terpaut sangat jauh.- dok.Motoris

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan penjualan bus baru sepanjang tahun lalu sebanyak 3.519 unit. Jumlah itu menciut 2,2% dibanding tahun sebelumnya.

Hino merajai
Sementara itu, data yang dirilis PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) menunjukan, di rentang Januari – Juni 2019 ini, Hino berhasil melego 645 unit bus atau naik tipis 3% dibanding periode sama tahun lalu. Jumlah ini sekitar 65-68% dari total penjualan bus dari semua merek di kurun waktu itu yang sebanyak 1.112 unit.

“Faktor kondisi politik menjadikan pasar bus landai. Pengusaha menahan belanja bus. Tetapi di semester kedua ini, kami otimis. Karena harga tiket pesawat mahal,” ucap Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, saat ditemui di booth Hino, GIIAS 2019, Minggu (21/7/2019).

Santiko menyebut, varian bus Hino R260 masih menjadi penyumbang penjualan terbanyak. Porsinya sekitar 70% dari total penjualan.

Ilustrasi bus Hino dites jalan di Jawa Tengah – dok.HMSI

Sepanjang tahun lalu, Hino juga “merajai” penjualan bus di Tanah Air. Data Gaikindo menyebut, merek ini menjual 1.387 unit bus besar dan bus medium. Kontribusi penjualan tertinggi berasal dari Hino Bus R260.

Bus 12 meter bermesin belakang itu terjual sebanyak 1.194 unit. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This