Dalam Tiga Bulan Volvo “Recall” 507.000 Mobil

Dalam Tiga Bulan Volvo “Recall” 507.000 Mobil
Ilustrasi, Volvo XC90 model tahun 2015 - dok.Car Magazine

Beijing, Motoris – Produsen otomotif asal Swedia, Volvo menarik atau me-recall 507.000 kendaraannya di seluruh dunia karena menemukan adanya cacat mesin. Bahkan dalam kondisi terparah, cacat produk tersebut bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.

Melansir Bloomberg, pabrikan yang dipimpin oleh perusahaan asal Tiongkok Zhejiang Geely Holding Group Co itu masih terus melakukan penyelidikan mendalam atas peristiwa tersebut. Diketahui salah satu penyebab cacat mesin mobil yang sempat jaya di Indonesia pada era 80-an itu adalah adanya lapisan plastik di mesin yang bisa meleleh dan berubah bentuk.

Juru Bicara Volvo, Stegan Elfstrom mengatakan, dalam kasus terburuk mungkin bisa memicu insiden kebakaran.
“Kami belum mengetahui berapa biayanya, tetapi perusahaan akan memperbaiki ini segera dan konsumen tidak dibebani biaya karena hal ini,” katanya.

Jika pada Mei 2019 lalu Motoris.id melansir pengumuman resmi Volvo bahwa akan dilakukan recall terhadap 6.000 lebih mobil seri XC90, kali ini jumlahnya meningkat tinggi.

Ilustrasi Volvo XC60 yang diproduksi di Eropa – dok.Istimewa

Sebagai informasi, mobil yang ditarik adalah mobil yang diproduksi pada rentang tahun 2014 hingga 2019. Adapun seri mobil yang terkena dampaknya adalah S60, S80, S90, V40, V60, V70, V90, XC60 dan tentu saja XC90.

Ini bukanlah kali pertama Volvo melakukan penarikan kendaraannya. Sebelumnya pada Januari 2019 Volvo telah mengumumkan bahwa perusahaan menarik 219.000 kendaraan di seluruh dunia guna memperbaiki adanya potensi kebocoran bahan bakar di bagian mesin.

Kemudian pada Februari, Volvo kembali menarik unitnya sebanyak 167.000 kendaraan karena adanya masalah di pintu belakang yang dioperasikan secara elektrik.

Penjualan
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2018 lalu Volvo berhasil mengerek angka penjualannya sebanyak 12%. Capaian itu membuat perusahaan mobil yang terkenal sebagai pelopor sistem keselamatan mobil di dunia itu menjual sebanyak 642.250 unit.

Bandingkan dengan volume penjualan di tahun sebelumnya yang sebesar 571.570. Capaian itu menunjukkan bahwa permintaan yang kuat dari masyarakat masih membayangi bisnis Volvo di seluruh pasa utama yakni Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Eropa.

Pada Desember perusahaan menjual 60.157 mobil, naik 2,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sepanjang Januari hingga Desember, penjualan Volvo di Negeri Paman Sam tumbuh sebesar 20,6% menjadi 98.263 mobil dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Volvo XC90 model tahun 2016 – dok.Motor Authority

Performa yang kuat datang di belakang meningkatnya permintaan untuk jajaran SUV-nya, yang dipimpin oleh XC60. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This