Pendapatan Induk Nasmoco di Kuartal I Susut 4,63%

Pendapatan Induk Nasmoco di Kuartal I Susut 4,63%
Ilustrasi, diler Toyota milik Nasmoco - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – PT Industri Perdagangan Bintraco Dharma Tbk, pemilik merek Nasmoco – salah satu diler resmi Toyota – membukukan penyusutan pendapatan hingga 4,63% di rentang waktu tiga bulan pertama tahun ini. Selama kurun waktu itu, pendapatan perusahaan hanya Rp 1,51 triliun, padahal periode sama tahun lalu Rp 1,58 triliun.

Laporan keuangan perusahaan, yang dikutip Motoris, Senin (29/7/2019) menunjukan, turunnya penjualan mobil diduga menjadi salah satu penyebab susutnya pendapatan dari sektor otomotif. Tercatat, di Januari – Maret itu pendapatan dari penjualan mobil yang dibukukan perusahaan hanya Rp 1,16 triliun, atau melorot 9,37% dibanding tiga bulan pertama 2018 yang senilai 1,28 triliun.

Namun, untuk lini bisnis penjualan suku cadang dan juga sewa operasi, meningkat cukup signifikan. Untuk penjualan suku cadang pertumbuhannya mencapai 10,58 persen menjadi Rp314,01 miliar dan untuk sewa operasi kenaikan pendapatannya mencapai 79,47 persen menjadi Rp28,63 milar dari posisi sebelumnya Rp15,95 miliar.

Ilustrasi, prosesi IPO saham PT Bintraco Dharma Tbk tahun 2017 lalu- dok.Nasmoco.co.id

Meski begitu, market share perusahaan di Juni tahun ini masih tetap stabil di angka 30 persen. Penguasaan pasar yang baik membuktikan bahwa masih terdapat permintaan yang baik di wilayah Jawa Tengah dan juga DIY.

Anak Usaha Baru
Untuk memperkuat bisnis di sektor otomotif, kini Bintraco Dharma membentuk entitas usaha baru guna memperkuat bisnisnya di sektor otomotif. Melalui dua anak usahanya, PT Meka Adipratama Tbk dan PT Andalan Adhi Niaga, perusahaan membentuk anak usaha anyar, PT Meka Niaga Utama.

Corporate Secretary Industri Perdagangan Bintraco Dharma Lina M Ibrahim mengatakan masing-masing perusahaan sudah melakukan setoran modal dengan total modal disetor Rp500 juta. Adapun porsi kepemilikan sahamnya didominasi oleh Meka Adipratama yang menguasai 99 persen saham atau mewakili 495 lembar saham.

Sedangkan 1 persen tersisa atau sekitar 5 lembar saham dikempit oleh Andalan Adhi Niaga. “Pendirian anak usaha baru ini dimaksudkan untuk memperluas usaha perusahaan dalam bidang otomotif,” tutur Lina dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Senin (29/7/2019).

Ilustrasi, logo Nasmoco – dok.Istimewa

Dia mengatakan bahwa pendirian anak usaha baru itu tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum dan juga kondisi keuangan perusahaan. Entitas anyar tersebut nantinya bakal bergerak di bisnis suku cadang dan juga aksesori mobil, motor juga aksesorinya. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This