Perpres Diteken Jokowi, Kementerian ESDM Kebut Infrastruktur Mobil Listrik 

Perpres Diteken Jokowi, Kementerian ESDM Kebut Infrastruktur Mobil Listrik 
Ilustrasi, infrastruktur pengisian arus untuk baterai mobil listrik - dok.livemint

Pasuruan, Motoris – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan siap injak gas untuk menyediakan infrastruktur pendukung mobil listrik, setelah Peraturan Presiden (Perpres) diteken Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut ditegaskan Menteri ESDM Ignasius Jonan, di sela peresmian PLTU Grati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur akhir pekan lalu. “Kami menunggu Perpres mobil listrik yang akan menentukan seperti apa arah mobil listrik di Indonesia. PPnBM, bea masuk, kandungan lokal dalam negeri, assembling-nya seperti apa kita akan mempelajari setelah policy-nya keluar,” Jonan.

Meski aturan tersebut belum resmi dirilis, Kementerian ESDM menurutnya sudah menyiapkan infrastruktur yang mendukung penggunaan mobil listrik. Salah satunya melalui pembangunan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

Ilustrasi, seorang pengunjung GIIAS 2019 melihat detil sebuah mobil listrik di booth DFSK – dok.Motoris

Pemerintah menurutnya menginstruksikan perusahaan setrum pelat merah, PT PLN (Persero) untuk memperbanyak pembangunan SPLU di kota-kota besar.“SPLU harus dibuat di tempat ramai seperti mal, pasar, gedung perkantoran atau parkir-parkir publik Tapi, di kemudian hari ini tergantung pada industri otomotif itu sendiri,” ucap Jonan.

Persiapan PLN

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Djoko Rahardjo Abumanan sebagai pengemban amanat Kementerian ESDM menyebut perusahaannya sudah menyediakan lebih dari 3.000 SPLU di seluruh Indonesia, dari total target 3.600 SPLU.

Bahkan PLN mengatur strategi supaya menarik minat masyarakat menggunakan mobil listrik.

“PLN memberikan gratis tambah daya bagi mobil listrik. PLN sudah hadir memberikan kemudahan supaya mobil listrik biar cepat digunakan,” kata Djoko.

Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik – dok.Istimewa

Animo Mobil Listrik

Kementerian ESDM sendiri optimistis mobil listrik akan menjadi favorit baru masyarakat Indonesia, setelah Presiden Jokowi menerbitkan payung hukumnya.

“Mobil listriknya tumbuhnya cepat, kalau disertai dukungan sektor lain seperti perindustrian dan keuangan. Saya sendiri yakin, mobil listrik ini pasti tumbuh besar,” terang Jonan.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan mobil listrik, mantan Menteri Perhubungan ini menilai salah satu dampak positifnya adalah mengurangi jumlah impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini memberi tekanan pada defisit neraca dagang Indonesia.

Ilustrasi mobil listrik Wuling E100 diperkenalkan di ajang GIIAS 2018 – dok.Motoris

“Harapan kami mobil listrik bisa mengurangi polusi udara karena penggunaan BBM, ini yang penting. Kedua bisa mengurangi impor BBM. Kenapa? karena energi primer yang menghasilkan listrik bersifat lokal. Batubara, gas, tenaga matahari, air laut, biomassa, panas bumi bahkan angin,” ungkap Jonan. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This