AHM  Sudah Latih 1,5 Juta Orang Soal Safety Riding

AHM  Sudah Latih 1,5 Juta Orang Soal Safety Riding
Salah seorang peserta kompetisi instruktur Safety Riding Honda 2019 di Medan, Sumatera Utara - dok.Motoris

Medan, Motoris – Kegiatan edukasi keselamatan berkendara atau safety riding yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) menyentuh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Tahun lalu, tak kurang dari 1,5 juta orang telah mendapat pelatihan tentang cara berkendara yang aman dan nyaman tersebut.

Deputy General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya menyebut, dari jumlah orang yang telah dilatih tersebut, termasuk 172.252 pelajar dari 1.250 sekolah dan 123.894 masyarakat umum. Selain itu, AHM juga terus mengasah keterampilan para Instruktur Safety Riding melalui Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AH-SRIC).

Tahun ini, kompetisi itu telah memasuki tahun ke-13, dan digelar di Medan, Sumatera Utara, 28 -31 Juli.“Para Instruktur Safety Riding Honda merupakan salah satu ujung tombak AHM dalam mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk berperan aktif menciptakan budaya aman dan nyaman saat berkendara,” kata Didi, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/7/2019).

Peserta komprtisi instruktur safety riding nasional yang digelar PT Astra Honda Motor di Medan, Sumatera Utara, tengah bersiap menjalani ujia keterampilan – dok.Motoris

Seusai menjalani kompetisi, lanjut dia, para instruktur itu akan kembali aktif di tengah-tengah masyarakat dalam mengkampanyekan ilmu keselamatan berkendara yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Walhasil, budaya tertib berlalu-lintas melalui cara berkendara yang aman dan nyaman pun terjadi.

Peserta wanita
Menariknya, kegiatan AH-SRIC juga diikuti peserta wanita. Mereka merupakan instruktur safety riding dari sejumlah diler Honda di berbagai kota di Indonesia.

Tentu, kehadiran mereka bukan hanya menunjukan bahwa keterampilan berkendara bukan hanya milik para pria saja, tetapi juga sekaligus mematahkan stigma buruk yang dialamatkan kepada para kaum Hawa. Tak sedikit masyarakat yang menilai cara berkendara para wanita tidak aman dan menbahayakan orang lain.

“Banyak wanita yang juga memiliki keterampilan berkendara. Kalau soal bicara soal ceroboh, siapa pun bisa melakukan. Itu tergantung ke orangnya, bisa wanita atau pria. Contohnya penggunaan lampu sein, banyak juga pria yang menyalakan sein lupa mematikannya, dan terus melajukan kendaraan, sehingga membingungkan pengendara lain,” kata Instruktur Safety Riding Honda Wahana, Jakarta, saat ditemui di lokasi kompetisi.

Salah seorang peserta kompetisi instruktur Safety Riding Honda 2019 di Medan, Sumatera Utara, dari PT Indako Trading, Eka Yolahati – dok.Motoris

Pernyataan serupa diungkapkan Instruktur Safety Riding PT Indako Trading, Eka Yolahati. Menurut dia, tak sedikit wanita yang lebih menerapkan kaidah-kaidah berkendara dengan baik di jalan.

“Ya, mungkin saja selama ini yang dilihat oleh masyarakat kebanyak wanita. Padahal, banyak juga pria yang melanggar aturan atau ceroboh. Tetapi, dengan kompetisi seperti sekarang dan diikuti teman-teman wanita, bisa menularkan (ilmu safety riding) ke ibu-ibu atau remaja wanita,” tutur Eka. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This