Pasar Mobil Lagi Jelek, Tunas Masih Untung Rp 280 Miliar

Pasar Mobil Lagi Jelek, Tunas Masih Untung Rp 280 Miliar
Ilustrasi, Diler Toyota di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, milik Tunas - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – PT Tunas Ridean Tbk (TURI) mencetak pertumbuhan laba bersih 10% menjadi Rp 309 miliar semester I tahun ini dari periode sama tahun lalu Rp 280 miliar. Padahal, pendapatan turun 2% menjadi Rp 6,7 triliun dari Rp 6,8 triliun.

“Laba perseroan naik 10% disebabkan oleh menguatnya kontribusi dari bisnis otomotif yang bisa mengompensasi penurunan bisnis rental, sedangkan bisnis pembiayaan konsumen stabil,” ujar Direktur Utama Tunas Rico Setiawan di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Dia melanjutkan, laba bisnis otomotif naik 22% menjadi Rp 180,5 miliar, disebabkan oleh meningkatnya margin perdagangan mobil dan kenaikan penjualan unit motor. Pasar mobil nasional turun 13% menjadi 481.577 unit, sedangkan penjualan Tunas turun 9% menjadi 23.315 unit. Hal ini dipicu peningkatan kontribusi penjualan fleet kepada Grab. Tunas adalah dealer Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW.

Sementara itu, dia menuturkan, penjualan motor meningkat 7% sampai semester I tahun ini. Adapun penjualan motor Tunas yang berlokasi di Sumatra meningkat 4% menjadi 122.572 unit, didukung oleh stok yang lebih memadai. Tunas menjual motor Honda.

Diler Toyota milik Tunas – dok.Indoplaces

Rico menambahkan, laba bisnis rental turun 13% menjadi Rp 29,8 milyar, disebabkan keuntungan yang lebih rendah dari pelepasan/penjualan armada dan peningkatan biaya penyusutan kendaraan. Jumlah armada rental turun menjadi 8.036 unit.

Adapun perusahaan asosiasi yang 49% sahamnya dimiliki Tunas, Mandiri Tunas Finance, memberikan kontribusi laba sebesar Rp 98,4 miliar, stabil dari tahun lalu. Jumlah pembiayaan baru meningkat menjadi Rp 13,5 triliun.

“Prospek tahun ini diperkirakan tetap menantang dalam lingkungan yang sangat kompetitif,” kata Rico. (Gbr)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This