Honda Genggam 30% Pasar Sepeda Motor Sumatera Utara

Honda Genggam 30% Pasar Sepeda Motor Sumatera Utara
Ilustrasi, salah satu model motor Honda, Honda Monkey dipamerkan di IIMS 2019 - dok.Motoris

Medan, Motoris – Penjualan sepeda motor Honda di wilayah Sumatera Utara, hingga saat ini masih menguasai 30% pangsa pasar. Penyerap terbanyak berada di kota Medan.

Seperti diungkapkan Direktur main dealer Honda wilayah Sumatera Utara – Indako Trading Company – Leo Wijaya, meski porsi pangsa pasar yang direbut Honda berada di kisaran 30% namun, secara volume terus bertumbuh.

“Karena market kan juga tumbuh, karena brand lain juga menawarkan model-model baru. Tetapi yang ingin kami sampaikan, kondisi pasar di wilayah Sumatera Utara itu dinamis (persaingan juga cukup ketat),” ungkap dia saat ditemui usai konferensi pers pembukaan Astra Honda – Safety Riding Instructor Competition (AH-SRIC), di Medan, Rabu (31/7/2019).

Namun, Leo tidak menyebut volume penjualan di semester satu tahun ini yang dibukukan Indako. Tetapi, kata dia, dengan penjualan yang ada saat ini, pihaknya memberi kontribusi sebesar 4% ke total penjualan motor Honda secara nasional. “Sama dengan tahun 2018 lalu,” kata dia.

Ilustrasi, calon konsumen yang mengamati Honda Genio – dok.Istimewa

Sementara, data yang dilansir PT Astra Honda Motor (AHM), sepanjang tahun 2018 lalu, penjualan yang dibukukan motor Honda sebanyak 4.759.202 unit. Jumlah ini setara dengan 74,6% penjualan kendaraan bermotor roda dua sepanjang tahun itu

Artinya, di tahun itu, Indako telah menyumbang penjualan sebanyak 190.368 unit dari hasil menjajakan motor Honda di wilayah Sumatera Utara. “Kontribusi Sumatera Utara ke total penjualan Honda secara nasional, sekitar 4%,” kata Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya di tempat yang sama

Masih tumbuh
Marketing & Corporate Communication Indako, Gunarko Hartoyo, yang ditemi di tempat terpisah menyebut, sepanjang Januari – April lalu, penjualan terbanyak yang dicatatkan Indko adalah varian skuter matik, yakni 75,3%. “Motor bebek 11,2%, dan Sport 13,5%.

“Itu yang saya ingat, angkanya enggak hafal. Tetapi, di periode tersebut naik 3% yang banyak disumbangkan oleh skutik. Kalau total pangsa pasar, masih 30% seperti tahun 2018 lalu,” ucap Gunarko.

Sementara, menyinggung tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat terkait dengan masih banyaknya angka kecelakaan di wilayah Sumatera Utara, Indako membangun Safety Riding Center. Tak hanya menyediakan tempat untuk pelatihan safety riding, Indako juga proaktif memberi edukasi kepada masyarakat.

Peserta kompetisi instruktur safety tengah beraksi di Astra Honda – Safety Riding Instructor Competition di Medan 28-31 Juli 2019 – dok.Motoris

“Mulai dari anak-anak sekolah di tingkat Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Selain itu di instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta. Bahkan komunitas, kami secara proaktif memberikan edukasi,” ucap Leo Wijaya.

Sebelumnya, Direktur Lalu-lintas Polda Sumatera Utara, Kobes Pol. Yully Kurniawan, mengatakan sepanjang tahun 2018 lalu, jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di wilayahnya sebanyak 5.990 kasus. Dari jumlah tersebut, 80% melibatkan sepeda motor. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This