Pangkas 10% Produk, Nissan Malah Bikin Mobil Listrik di RI

Pangkas 10% Produk, Nissan Malah Bikin Mobil Listrik di RI
Ilustrasi, sedan listrik Nissan Leaf yang dibuat oleh Nissan Motor Company dihadirkan ke GIIAS 2019 oleh Nissan Indonesia - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Setelah beberapa waktu lalu mengonfirmasi akan memangkas hingga 10% portofolio produknya yang dijajakan di berbagai negara hingga akhir tahun fiskal 2022, kini Nissan membawa kabar baru di Indonesia. Bersama mitra kongsinya di aliansi – Mitsubishi – Nissan akan memproduksi mobil listrik.

Seperti diungkapkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harjanto, Nissan bakal memproduksi sedan listrik Nissan Leaf dan kendaraan komersial bersumber tenaga dari listrik yang ditujukan untuk sektor pariwisata.

“Mereka (Nissan dan Mitsubishi) membicarakan mau bawa produk baru, yaitu mobil listrik dan semua yang berhubungan dengan e-power (Teknologi Nissan e-Power yang menggunakan motor listrik didukung oleh baterai lithium-ion on-board),” kata Harjanto di kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Hanya, Harjanto tak menyebut nilai investasi yang bakal digelontorkan pabrikan itu berikut jadwal produksinya. Tetapi, yang pasti, langkah Nissan ini diduga kuat sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan dan reformulasi strategi perusahaan setelah kondisi keuangannya – secara global – amburadul.

Nissan Note e-Power – dok.Istimewa

Pernyataan resmi Nissan tentang laporan keuangan yang dilansir Nissan News, Kamis (25/7/2019) lalu menyebut di rentang waktu kuarta pertama tahun fiskal 2019/2020 (April – Juni), laba bersih perusahaan ambrol 94,5%. “Laba bersih di kuartal pertama tahun fiskal 2019/2020 turun 94,5% menjadi 6,4 miliar yen,” bunyi pernyataan tersebut.

Produksi dan penjualan ambles
Nissan juga menyatakan, total volume produksi secara global tetap lemah selama kuartal pertama itu. Kondisi itu setali tiga uang dengan penjualan unit yang terus menurun di saat perusahaan melanjutkan upayanya untuk menormalkan penjualan.

Selama rentang waktu tiga bulan itu, penjualan global Nissan hanya 1,23 juta unit. Jumlah ini susut 6% dibanding kurun waktu yang sama pada tahun kalender 2018/2019.

Sebagai tindak lanjut dari akumulasi runyamnya kondisi kuangan – dan memuncak di kuartal pertama tahun fiskal 2029/2020 lalu – Nissan akan memberhentikan karyawan. Jumlahnya tak sedikit. Direncanakan, hingga tahun 2022, jumlah karyawan dipangkas mencapai 12.500 orang.

Ilustrasi, Nissan Motor Indonesia berparisipasi di GIIAS 2019 dengan menyuguhkan Nissan X-Trail Facelift – dok.Motoris

“Perusahaan juga akan mengurangi line up produk paling tidak 10% hingga akhir tahun fiskal 2022. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing dengan memfokuskan pada investasi di model-model (mobil) utama yang ada di kawasan regional, atau model yang menjanjikan (untuk di jual) di masing-masing kawasan,” terang pernyataan pabrikan.(Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This