Toyota Sodorkan Jenis Mobil Listrik Sesuai Regulasi dan Kondisi

Toyota Sodorkan Jenis Mobil Listrik Sesuai Regulasi dan Kondisi
Ilustrasi, PT Toyota Astra Motor gencar melakukan edukasi kepada masyarakat soal mobil hybrid. Di hajatan GIIAS 2019, Toyota menyuguhkan sedan Prius hybrid yang dibelah sebagai sarana edukasi - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) menegaskan komitmennya mendukung pemeintah dalam pengembangan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia. Namun, soal mobil listrik jenis apa – apakah hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) atau battery electric vehicle (BEV) – yang akan disodorkan tergantung aturan dan kondisi yang ada.

“Basic-nya (pada dasarnya), Toyota punya varian hybrid, PHEV, dan BEV, bahkan fuel cell (mobil listrik berbahan bakar hidrogen). Tentu, kita akan sesuaikan dengan kondisi, aturan (regulasi), dan lainnya. Intinya, kita akan menyesuaikan line up dengan situasi pasar dan aturan yang ada, termasuk infrastruktur,” papar Marketing Director TAM, Anton Jimmi Suwandy, saat dihubungi Motoris, Jumat (9/8/2019).

Namun, Anton mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait dengan telah ditekennya Peraturan Presiden (Perpres) Mobil Listrik oleh Presiden Joko Widodo, Senin (5/8/2019). Meski, kata dia, terbitnya aturan itu memiliki arti positif bagi industri karena memberikan kepastian sebagai dasar pengembangan mobil listrik di Tanah Air.

Ilustrasi, Toyota Alphard terbaru – dok.Istimewa

“Kita masih menunggu detil lebih lanjut (dari Perpres) termasuk juklak (petunjuk pelaksanaan) dari aturan itu. Dari sana, nanti kita baru bisa komen lebih jauh,” ucap Anton.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Dia mengaku masih menunggu rincian dari isi Perpres tersebut, berikut aturan turunannya.

“Jenis electric vehicle itu ada macam-macam, hybrid, PHEV, dan (mobil listrik) berbasis baterai (BEV), mana yang pas yang kita lihat nanti rincian regulasinya seperti apa. Karena ini menyangkut harga, infrastruktur, insentif, dan sebagainya. Kita tunggu dulu sajalah,” kata dia saat dihubungi, Jumat (9/8/2019).

Ilusrasi, Toyota Prius Plug-in Hybrid dipamerkan di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Soal jenis mobil listrik yang paling pas untuk disodorkan ke masyarakat saat ini di antara jenis  yang  ada tersebut, Jongkie enggan berkomentar. Dia menyarankan agar masyarakat menunggu rincian aturan tentang mobil listrik itu.

Sebab, lanjut Jongkie, dengan rincian aturan tersebut akan diketahui seperti apa arah yang dituju, dan seperti apa kaitannya dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat saat ini. Termasuk, kata dia, soal harga mobil, tarif pajak, insentif, dan infrastruktur pendukung. “Kita tunggu saja,” ucap dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This