Penjualan Mobil Diperkirakan Susut 6%, Motor Naik 8%

Penjualan Mobil Diperkirakan Susut 6%, Motor Naik 8%
Ilustrasi, suasana di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Hingga akhir tahun penjualan kendaraan bermotor – baik roda empat maupun roda dua – diperkirakan masih akan melambat hingga akhir tahun. Kemampuan atau daya beli masyarakat yang semakin terbatas akibat faktor internal dan eksternal menjadi penyebabnya.

Seperti diungkapkan analis PT Bahana Sekuritas Anthony Yunus, kemampuan masyarakat membeli mobil semakin terbatas. Sedangkan penjualan sepeda motor diperkirakan masih tumbuh, tetapi hanya satu digit.

“Penjualan sepeda motor yang tumbuh satu digit karena penetrasi kendaraan bermotor roda dua ini sudah cukup tinggi,” kata Anthony dalam keterangan resmi, Senin (12/8/2019).

Menurut dia, tingkat daya beli masyarakat yang sebelumnya terbatas bertambah berat karena adanya dampak dari eksternal. Faktor dari luar itu antara lain penurunan harga komoditas, perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina yang berlanjut pada perang mata uang (currency war).

Ilustrasi, pengunjung IIMS 2019 menperhatikan detil C-HR Hybrid – dok.Motoris

“Akibat currency war ini, mata uang sejumlah negara melemah, termasuk Indonesia. Kondisi ini diperkirakan akan semakin menggerus daya beli masyarakat,” ujar Anthony.

Dengan kondisi sepert itu pula, langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan untuk menopang daya beli masyarakat dinilai menjadi tak mudah karena rupiah yang melemah. Bank Indonesia, seperti diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, memberi sinyal bakal kembali mengerek turun suku bunga acuan.

“Sebentar lagi akan ada rapat dewan gubernur. (soal penrunan suku bunga acuan itu) tentu kita masih menunggu waktu yang tepat. Timing ini menjadi penting karena berkaitan dengan risiko apa yang akan kita hadapi ke depan,” tuturnya di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (12/08/2019).

Ilustrasi, calon konsumen yang mengamati Honda Genio – dok.Istimewa

Bahana memperkirakan volume penjualan kendaraan roda empat akan mencapai 1,082 juta unit hingga akhir tahun ini. Jumlah itu susut 6% dibanding penjualan tahun 2018 lalu.

Sedangkan penjualan otor diperkirakan mencapai 7,088 juta unit. Jumlah ini naik 8% dibanding penjualan tahun lalu. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This