B30 Berlaku Awal 2020, Tujuh APM Uji Truk hingga SUV

B30 Berlaku Awal 2020, Tujuh APM Uji Truk hingga SUV
Ilustrasi, SPBU yang meyediakan BBM Biodiesel - dok.Bloomberg via Washingtonexaminer

Jakarta, Motoris – Pemerintah seperti ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu minta Bahan Bakar Minyak (BBM) Biodiesel B30 berlaku pada awal tahun 2020 nanti. Kalangan industri produsen dan pemasar kendaraan di Tanah Air pun melakukan tes produknya untuk disesuaikan dengan BBM jenis itu.

Seperti diungkapkan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, industri anggota organisasi itu – baik yang berasal dari Jepang, Korea, maupun Eropa – sejatinya telah siap menerapkan B20 sejak tahun lalu. Bahkan sudah bersiap menyongsong era penerapan B30.

“Mereka juga telah melakukan adjustment (penyesuaian di mesin), dan ternyata tidak ada masalah (dengan B20). Sekarang karena sudah akan naik lagi ke B30, mereka juga melakukan tes,” papar dia di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Nangoi menegaskan, meski secara prinsip bisa menerima penerapan BBM B30, namun para pabrikan pembuat kendaraan melakukan tes jalan dengan konsumsi bahan bakar tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyesuaian yang mereka lakukan memang benar-benar tepat, sehingga tidak ada masalah ketika kendaraan di tangan konsumen.

Ilustrasi, Truk Tata Prima 2528.K 6×4 – dok.Istimewa

“Sekarang ini sudah tujuh industri (merek) yang diwakili APM(agen pemegang merek)-nya sedang dan akan melakukan uji jalan kendaraan dengan BBM tersebut. Kendaraan yang diuji bukan hanya kendaraan komersial seperti truk dan pikap, tetapi kendaraan penumpang seperti van dan SUV,” papar mantan Presiden Diretur PT Isuzu Astra Motor Indonesia itu.

Pertama di dunia
Bahkan, lanjut Nangoi, Gaikindo juga mengingatkan kepada para anggotanya untuk bersiap menghadapi peerapan standar Euro4 untuk kendaraan diesel pada tahun 2021 nanti. Khususnya terkait dengan penerapan BBM Biodiesel tersebut.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut, mandatori penggunaan Biodiesel dengan kandungan campuran minyak nabati 20% (B20) dan B30 merupakan BBM campuran yang pertama di dunia.

“Jadi, kita harus bangga, karena kebijakan mandatory Biodiesel berkomposisi di atas 20% ini merupakan yang pertama di dunia. Apalagi, hasil implementasinya di lapangan relatif baik dan lancar,” kata dia.

Sementara itu, kalangan usaha pengguna kendaraan berbahan bakar solar, seperti bus dan truk berharap jika kalangan produsen telah melakukan uji coba biodiesel dengan kadar campuran minyak nabati yang lebih tinggi dan hasilnya oke, maka yang perlu dipastikan adalah kualitas BBM-nya.

Ilustrasi, bus produksi Hino yakni RN Bus, FC Bus, Microbus 110 SDBL di Bandung – dok.Hino Motors Sales Indonesia

“Kualitas harus terjamin, secara konsisten kualitasnya tetap terjaga baik saat blending (proses pengolahan pencampuran solar dengan minyak nabati), distribusi, sampai penyimpanan. Karena faktor BBM ini penting. Apalagi, untuk kendaraan yang menjadi sarana usaha, kelancaran operasional menjadi kunci utama,” papar Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia, Kurnia Lesani Adnan, saat dihubungi Motoris, Selasa (20/8/2019).

Pernyataan serupa diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan. Dia meminta agar kepastian dari produsen kendaraan dan pemerintah terhadap penggunaan BBM jenis itu tidak akan memunculkan masalah. (Fan/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This