Ambles, Penjualan Double Cabin Diyakini Ngegas di Akhir Tahun

Ambles, Penjualan Double Cabin Diyakini Ngegas di Akhir Tahun
Mitsubishi Triton versi terbaru - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Sejumlah kalangan di industri kendaraan bermotor Indonesia meyakini penjualan pikap kabin ganda atau double cabin pickup yang selama semester pertama ambles hingga 25%, bakal kembali mencuat di akhir tahun. Belanja modal yang dilakukan perusahaan pengguna kendaraan itu menjadi harapan.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, yang ditemui dalam sebuah acara di JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/8/2019) menyebut, apa yang terjadi di segmen double cabin merupakan fenomena umum, seperti yang dialami oleh industri otomotif secara umum.

“Selama semester satu kemarin, penjualan kendaraan bermotor roda empat memang turun sekitar 13,78% (dari 553.773 unit di tahun 2028 menjadi 481.577 unit tahun ini). Karena banyak orang yang (bersikap) wait and see karena ada (peristiwa) politik (pemilihan umum). Memang, ada juga harga komoditas yang turun ya, tapi di semester kedua ini, di akhir tahun biasanya naik,” papar Nangoi.

Toyota Hilux versi terbaru – dok.Istimewa

Mantan Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) itu mengatakan, dari pengalaman selama ini diketahui kebiasaan perusahaan-perusahaan pengguna kendaraan jenis ini melakukan belanja modal. Pikap double cabin bagi mereka merupakan sarana modal untuk mendukung proses produksi, khususnya mobilitas karyawan.

“Mudah-mudahan itu terjadi ya. Apalagi, APM (agen pemegang merek) biasanya juga ada program-program (promosi khusus, ulai diskon harga hingga lainnya,” ucap Nangoi.

Tak hanya tambang
Sebelumnya, saat ditemui sebelum konferensi pers ToyotaFun/Code di Jakarta, akhir pekan lalu, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy juga memiliki harapan serupa. Terlebih, kata dia, sektor yang dibidik kendaraan ini juga beragam.

“Tidak hanya mining, plantation, tetapi juga konstruksi atau bahkan lembaga-lembaga lainnya. Bahkan instansi pemerintah untuk operasional. Jadi masih banyak peluang. Kalau semester pertama kemarin kan banyak yang wait and see. Biasanya akhir tahun, banyak yang belanja modal, ada peluang,” papar Anton.

Ilustrasi, pikap Isuzu D-Max yang juga ditujukan untuk sektor perkebunan dan pertambangan – dok.Motoris

Data Gakindo menyebut, penjualan double cabin dari pabrik ke diler (wholesales) di rentang waktu Januari-Juni lalu sebanyak 6.124 unit. Jumlah ini ambles 25% dibanding kurun waktu sama tahun 2018.

Di periode ini Mitsubishi Triton terjual 4.600 unit, Toyota Hilux 2.400 unit, Nissan Navara 260 unit, Isuzu D-Max 131 unit, dan Chevrolet Colorado 109 unit. Posisi ini sama dengan tahun 2018.

Pikap Double Cabin Chevrolet Colorado varian High Country di IIMS 2019 – dok.Motoris

Sepanjang tahun 2028, Triton terjual 8.902 unit. Kemudian Hilux berada di urutan kedua dengan total penjualan sekitar 6.700-an. Sedangkan Isuzu D-Max berada di urutan ketiga.Hanya, penjualan pikap double cabin Isuzu itu jeblok. Jika di tahun 2017 masih sebanyak dari 1.291 unit, tahun 2018 hanya 528 unit. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This