BI Rate Turun, Jualan Mobil di Bawah Rp 200 Jutaan Bisa Joss

BI Rate Turun, Jualan Mobil di Bawah Rp 200 Jutaan Bisa Joss
Ilustrasi, LCGC Daihatsu Sigra mobil dengan banderol di bawah Rp 200 jutaan di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motors – Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,75% membuat kalangan industri otomotif merasa ada angina segar di tengah muramnya penjualan. Maklum, penurunan suku bunga kredit diyakini bakal mampu mendongkrak penjualan mobil dengan harga Rp 200 jutaan ke bawah.

Seperti diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, kredit kendaraan bermotor atau pembiayaan oleh lembaga pembiayaan (leasing) paling banyak digunakan oleh konsumen untuk pembelian kendaraan di rentang harga Rp 200 jutaan ke bawah.

“Karena kita tahun, sekitar 70% lebih pembelian mobil itu dilakukan secara kredit. Dan yang paling banyak di harga Rp 250 juta ke bawah, atau Rp 200 jutaan dan kurang dari itu,” tutur dia, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Jongkie berharap kalangan perbankan dan leasing segera menurunkan suku bunga kredit, agar penjualan mobil di Tanah Air juga kembali melaju kencang. “Kalau acuannya (BI Rate) sudah turun kan mestinya juga ada peluang untuk turun. Mestinya turun juga. Tetapi, ya itu tergantung dari bank atau leasingnya. Tapi yang pasti peluang itu besar. Kita lihat saja dua atau tiga bulan nanti dampaknya seperti apa,” kata mantan Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia itu.

All New Ertiga Suzuki Sport
– dok.Motoris

Pernyataan senada diungkapkan Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy. Menurutnya, dalam kondisi seperti saat ini memang dibutuhkan stimulus kepada konsumen untuk merangsang pasar mobil.

“Dan itu tergantung pada rate (tingkat suku bunga) yang ditetapkan oleh bank atau multifinace (lembaga pembiayaan/leasing). Karena kan pembelian yang paling banyak itu secara kredit,” kata Anton saat dihubungi, Jumat (23/8/2019).

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut, peluang bank dan lembaga pembiayaan untuk mengerek turun bunga pinjaman atau pembiayaan sangat besar. Dia mengatakan, secara teori, ketika suku bunga acuan di bank sentral atau BI turun, maka bank dan lembaga pembiayaan mempunyai ruang untuk menurunkan bunga.

Ilustrasi, model LCGC Toyota yakni Toyota Agya dengan dandanan sport – dok.Motoris

“Karena policy rate-nya kan turun, seharusnya arah yang lain juga turun. Tetapi, pemerintah tidak bisa menekan bank atau lembaga pembiayaan, karena bukan regulator. Itu OJK (otoritas Jasa Keuangan) dan BI yang bisa menghimbau agar (bunga bank dan leasing) turun,” papar Darmin di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (23/8/2019). (Fer/Fan/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This