BBN di Jakarta Naik, Toyota Siap Sesuaikan Harga

BBN di Jakarta Naik, Toyota Siap Sesuaikan Harga
Ilustrasi, Toyota New Fortuner TRD Sportivo diluncurkan di gelaran GIIAS 2019 di ICE, Serpong, Tangerang merupakan salah satu model Toyota yang dipasarkan di wilayah Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Rencananya, mulai Oktober nanti, tarif Bea Balik Nama (BBN) kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta naik dari 10% menjadi 12,5%. Para agen pemegang merek akan meyesuaikan diri dengan aturan tersebut, salah satunya Toyota.

Seperti diungkapkan Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, sebagai agen pemegang merek (APM) Toyota, TAM juga mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Termasuk aturan lokal di suatu daerah, apalagi menyangkut perpajakan.

“Kami tentu akan mengikuti peraturan yang ada. Apalagi, BBN itu bisa dibilang secara rutin ada penyesuaian. Selama ini, dari pengalaman-pengalaman selama ini, customer juga bisa menyesuaikan. Karena kenaikan BBN itu kan di luar kontrol dari APM,” ungkap Anton, saat dihubungi, di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto yang dihubungi, Senin (26/8/2019) juga mengungkapkan pendapat senada. Dia menyebut, kenaikan BBN selama ini bisa diterima oleh konsumen.

LCGC Toyota Agya di IIMS 2019 – dok.Motoris

“Apalagi kalau pembelian dilakukan secara kredit. Kenaikan tarif BBN itu bisa diabsorbs, tidak terasa karena sidah termasuk dalam harga mobil. Kan pembelian itu ummnya on the road (sudah termasuk pajak,” tutur dia.

Dengan fakta seperti itu, Jongkie meyakini faktor kenaikan BBN tidak akan serta merta menjadikan penjualan menjadi tersendat. Menurut dia, kalau pun sepanjang Januari – Juli lalu penjualan mobil susut 13,75% (dari 661.247 unit tahun lalu menjadi 570.331 unit), itu bukan karena faktor perpajakan termasuk BBN.

“Tetapi kemarin itu memang karena orang wait and see, ada pemilu kan? Selain harga komoditas juga pas turun. Tapi, kalau soal BBN enggaklah (menjadi penyebab),” ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan BPRD telah menyetujui kenaikan persentase BBNKB ini per 14 Agustus 2019. “InsyaAllah kenaikan itu (tarif BBN) akan berlaku efektif Oktober nanti, karena kan aturannya seperti itu, yakni satu bulan setelah diundangkan,” tutur dia di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (21/8/2019) lalu.

Ilustrasi, mobil yang melintas di wilayah DKI Jakarta yakni di ruas Jalan Sudirman menuju Bundaran HI Jalan Thamrin – dok.Motoris

Faisal mengatakan, BBNKB bakal mendorong realisasi target pajak DKI Jakarta yang ditargekan dari Rp44,1 triliun menjadi Rp44,4 triliun. BBN kendaraan diproyeksikan menyumbang Rp 1,2 triliun ke pendapatan asli daerah provinsi ini. (Fer/Ara).

CATEGORIES
TAGS
Share This