Toyota dan Suzuki Kolaborasi Bisnis Autonomous Driving

Toyota dan Suzuki Kolaborasi Bisnis Autonomous Driving
Ilustrasi, tampilan depan Toyota RAV4 TRD Off-Road mencuatkan kesan lebih perkasa - dok.Motor1.com

Tokyo, Motoris – Dua raksasa otomotif asal Jepang, Toyota dan Suzuki bakal menjalin kerja sama untuk menggenjot segmen bisnis baru di industri otomotif, autonomous driving atau mobil tanpa sopir.

Kesepakatan aliansi kedua perusahaan tersebut rencananya baru akan diputuskan pada Rabu (4/9) mendatang saat rapat dewan direksi di masing-masing perusahaan.

Seperti dilaporkan NHK, dalam skema kerja sama tersebut, rencananya Toyota akan mengakuisisi 5 persen saham Suzuki dengan harga sekitar US$ 900 juta. Sementara Suzuki akan menempatkan dananya sekitar US$ 450 juta ke Toyota.

Kerja sama ini merupakan lanjutan dari kemitraan yang sebelumnya sudah terjalin di 2017 lalu, di mana kedua perusahaan sepakat untuk mengembangkan mobil hybrid. Skema yang akan dijalankan adalah Toyota berbagi teknologi mesin hibrida dengan Suzuki.

Logo Suzuki – dok.Dreamstime

Kedua perusahaan sepakat bahwa kecerdasan buatan memainkan peran yang semakin penting di industri otomotif masa depan. Oleh karena itu dari sisi produksi melihat bahwa artificial intelligence (AI) merupakan kunci untuk menciptakan mobil yang dapat dikendarai sendiri dan akan menjadi kendaraan andalan generasi berikutnya.

Mobil Hybrid
Menyoal pengembangan teknologi hibrida dalam industri otomotif, adanya kerja sama antar dua perusahaan itu membuat Toyota akan menjadi penyuplai Toyota Hybrid System kepada Suzuki secara global.

Tidak berhenti di situ, perusahaan yang memili logo seperti topi koboi itu juga akan memasok teknologi hybrid electric vehicle (HEV) di India. Sedangkan untuk wilayah Eropa, urusan pasokan suku cadang asli atau original equipment manufacturer (OEM) untuk mobil listrik Suzuki akan dilakukan oleh Toyota.

Ilustrasi, Toyota Corolla Sport hatchback yang diluncurkan di Jepang Juni 2018 lalu – dok.Toyota

Telisik punya telisik mobil listrik besutan Suzuki itu memiliki basis Toyota RAV4 dan Corolla Wagon. Sementara untuk Toyota, Suzuki akan menjadi pemasok untuk OEM produk anyarnya yang berbasisi Suzuki Ciaz dan juga

Ertiga.
Selain itu Toyota juga akan mengadopsi teknologi dari mesin baru hasil pengembangan Suzuki untuk kendaraan jenis kompak.

Tak hanya Eropa dan India, Suzuki juga akan menjadi pemasok untuk penggarapan produksi Toyota di Afrika dengan menggunakan basis Suzuki Baleno, Vitara Brezza, Ciaz dan Ertiga. Kerja sama Suzuki-Toyota ini dipercaya mampu meningkatkan kekuatan keduanya. Contohnya, di India, produksi segmen MPV Toyota akan dibantu oleh pasokan OEM Suzuki.

Ilustrasi, konsep All New Ertiga yang disebut-sebut sebagai cikal bakal Ertiga varian termewah, hadir di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Dengan begitu, kerja sama ini pun diyakini bakal meningkatkan kekuatan keduanya di industri otomotif dunia. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This