Tok! Kemenhub Bakal Pangkas Separuh Biaya Uji Tipe Kendaraan Listrik

Tok! Kemenhub Bakal Pangkas Separuh Biaya Uji Tipe Kendaraan Listrik
Ilustrasi, sedan listrik Nissan Leaf yang dibuat oleh Nissan Motor Company dihadirkan ke GIIAS 2019 oleh Nissan Indonesia - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi menepati janjinya untuk memangkas tarif Uji Tipe bagi kendaraan listrik. Ia menyebut, perusahaan otomotif maupun lembaga pendidikan yang ingin melakukan Uji Tipe kendaraan listrik di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kemenhub cukup membayar 50% dari biaya yang berlaku untuk kendaraan konvensional saat ini.

“Uji tipe untuk kendaraan berbahan bakar fosil (BBM) bisa mencapai sekitar Rp70 jutaan. Nanti uji tipe bagi kendaraan listrik akan berkurang 50 persen,” ujar Budi, Kamis (29/8/2019).

Uji tipe yang dilayani oleh Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kemenhub adalah pengujian yang dilakukan terhadap fisik kendaraan bermotor atau penelitian terhadap rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor , kereta gandengan atau kereta tempelan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibuat dan atau dirakit dan atau dimpor secara masal serta kendaraan bermotor yang dimodifikasi.

Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Motor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, mengharuskan Kemenhub menambah satu lagi layanan uji tipe khusus kendaraan listrik.

Ilustrasi, seorang pengunjung GIIAS 2019 melihat detil sebuah mobil listrik di booth DFSK – dok.Motoris

Namun, untuk bisa mewujudkan kebijakan diskon tarif tersebut, Budi menyebut prosesnya membutuhkan waktu. Karena Kemenhub perlu mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kemenhub, kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Selain merivisi PP Nomor 15 Tahun 2016, Kemenhub juga perlu merevisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang akan memasukkan syarat teknis uji tipe kendaraan dan uji berkala kendaraan untuk kendaraan listrik.

“Permenhub ini disiapkan karena tahun depan kami akan mengadakan peralatan uji tipe, sehingga untuk menguji kinerja atau sertifikasi baterai kita tidak tergantung dengan negara pembuat baterai. Kemudian satu lagi adalah Permenhub terkait masalah uji berkala, ini sedang dalam rancangan, sehingga nanti bila sudah cukup banyak mobil terutama angkutan umum kita dorong nanti uji berkala setiap enam bulan. Sedang kita buat regulasinya,” jelas Budi.

Mobil listrik BMW i3 dipamerkan di GIIAS 2019 dan sudah mulai dijual di Indonesia – dok.Motoris

Usulan Tarif Uji Tipe Kendaraan Listrik
Budi Setiyadi mengatakan, diskon tarif uji tipe kendaraan listrik adalah salah satu kontribusi instansinya dalam mendukung rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempercepat pemanfaatan dan produksi kendaraan listrik oleh industri di dalam negeri.

Ia merinci, usulan tarif uji tipe yang akan disodorkan ke Kemenkeu antara lain:
1. Uji tipe kendaraan dari Rp50 juta menjadi Rp25 juta.
2. Uji tipe mobil penumpang, barang, dan bus dari Rp75 juta menjadi Rp37,5 juta; dan
3. Uji tipe kendaraan khusus Rp50 juta menjadi Rp25 juta.

“Melalui usulan tarif tersebut kami berharap bisa membantu produsen untuk bisa langsung bekerja membuat produksi baik motor ataupun mobil listrik di Indonesia,” kata Budi.

Meski belum secara resmi menyediakan layanan uji tipe bagi kendaraan listrik, namun Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kemenhub menurutnya pernah melakukan uji tipe atas 36 kendaraan listrik sejak 2010 lalu.

Ilustrasi, beberapa konsep mobil listrik Toyota – dok.Toyota

Metode yang digunakan selama ini sama dengan uji kendaraan bermotor penggerak BBM maupun hybrid (kombinasi BBM dan listrik). Dari 36 kendaraan listrik yang telah melakukan uji tipe, ada 25 yang sudah lolos dan 11 tidak lolos.

“Kecuali uji kebisingan, lalu uji kinerja charging system-nya, dan uji akumulator listrik pengendali kecepatan belum bisa karena kami belum memiliki alatnya. Rencannya baru kami adakan 2020,” ungkapnya.

Bangun Balai Uji Tipe Baru
Sekretaris Jenderal Kemenhub, Djoko Sasono menambahkan, tidak menutup kemungkinan instansinya akan membangun balai uji tipe baru khusus kendaraan listrik apabila permintaan dari pelaku industri otomotif sangat tinggi.

“Untuk membangun balai ini, kami melibatkan pihak swasta sebagai investor untuk pengembangan fasilitas pengujian tipe melalui skema KPBU,” ujar Djoko.

Ilustrasi mobil listrik Wuling E100 diperkenalkan di ajang GIIAS 2018 – dok.Motoris

Pembangunan balai uji tipe khusus kendaraan listrik ini menurutnya harus dilakukan. Jika Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kemenhub yang berada di Jl. Raya Setu, Tambun, Kabupaten Bekasi akan tetap fokus melayani uji tipe kendaraan konvensional yaitu uji tipe sepeda motor.

Uji tipe lengkap kendaraan bermotor menggunakan bensin jenis mobil penumpang, mobil bus, mobil barang dan kendaraan khusus; uji tipe lengkap kendaraan bermotor menggunakan solar jenis mobil penumpang, mobil bus, mobil barang dan kendaraan khusus; serta uji tipe landasan kendaraan bermotor. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This