Truk Hino Jadi Biang Kecelakaan di Purbaleunyi, HMSI Investigasi

Truk Hino Jadi Biang Kecelakaan di Purbaleunyi, HMSI Investigasi
Truk yang terlibat dalam kecelakaan di Tol Purbaleunyi, Cipularang, KM 91 arah ke Jakarta, Senin 2 September 2019 - dok.JasaMarga

Jakarta, Motoris – Dua truk – tepatnya dump truck – besutan Hino Motors diketahui menjadi biang kecelakaan berutun yang berujung maut di tol Purbaleunyi (jalur tol Cipularang) Kilometer 91 ke arah Jakarta, Senin (22/9/2019). Untuk memastikan apa yang terjadi dengan truk tersebut sehingga memicu maut, PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) ikut melakukan investgasi.

Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardayo, kepada Motoris di Jakarta, Selasa (3/9/2019) mengatakan, pihaknya mengirim dua orang staf dan satu orang mekanik untuk ikut melakukan investigasi bersama petugas kepolisian dan Kementerian Perhubungan. “Mereka ditugaskan untuk ikut membantu investigasi ini sekaligus memberikan masukan terkait soal-soal teknis di truk yang bersangkutan,” papar Santiko.

Investigasi teknis bukan  sekadar melihat kondisi perangkat sistem keamanan seperti pengereman dan mesin, tetapi juga melakukan uji forensik perilaku supir di saat-saat genting. Caranya dengan melihat tanda-tanda di jalan, yakni bekas-bekas pengereman, apakah melalui pengereman biasa atau engine brake, dan lainnya.

Santiko enggan berkomentar tentang dugaan truk tersebut mengalami rem blong karena overload atau memuat barang yang melebihi kapasitas yang semestinya  baik berdasar batas toleransi dari pabrikan maupun peraturan. “Saya tidak ingin berspekulasi tentang itu, tunggu dalam waktu dua hari lagi, tim investigasi yang kita kirikan menyekesaikan tugasnya,” ujar dia.

Santiko Wardoyo (kanan) saat pemaparan kinerja Hino Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu – dok.Motoris

Tetapi yang pasti, lanjut Santiko, semua varian dan jenis truk Hino, mulai dari truk ringan (light truck) hingga berat (heavy duty truck) telah dilengkapi sistem pengereman maupun fitur kemanan aktif dan pasif yang mumpuni. Perangkat itu sudah disesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas angkut secara maksimal, tetapi sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

“Itu sudah pasti. Dan dipastikan aman, karena sudah melalui berbagai rangkaian pengujiian sebelum itu (truk) diluncurkan dan dipasarkan,” kata dia.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Rudy Sufahriadi di lokasi kejadian, Senin (2/9/2019) mengatakan, dugaan awal penyebab kecelakaan karena sebuah dump truck (Hino) yang terguling dan melintang di tengah jalan. Akibatnya, kendaraan yang berada di belakangnya menabrak hingga terjadi kecelakaan beruntun dengan melibatkan 20 mobil. “Itu baru dugaan awal,” kata dia.

Ilustrasi, salah satu Dump Truck Hino – dok.HMSI

Truk yang terguling itu adalah truk Hino seri FM 260. Sementara, sebuah truk Hino lainnya – model yang sama – berada di belakang, juga turut menabrak kendaraan yang lain.

Jumlah korban menurut kepolisian – Polda Jawa Barat – saat ini mencapai 28 orang. Dari jumlah tersebut 8 orang diantaranya meninggal dunia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This