Toyota Terimbas Pasar yang Masih Belum Bergairah

Toyota Terimbas Pasar yang Masih Belum Bergairah
Toyota Kijang Innova - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang delapan bulan pertama atau di rentang waktu Januari – Agustus lalu PT Toyota Astra Motor (TAM) membukukan penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 212 ribu unit dan dari diler ke konsumen atau ritel sebanyak 213 ribu unit. Jumlah ini naik dibanding periode Januari-Juli, dimana wholesales tercatat 183.6 ribu unit dan ritel 184.8 ribu unit.

Hanya, jika ditelisik lebih cermat, penjualan bulanan, ternyata wholesales selama Agustus menurun dibanding penjualan yang sama di Juli. Sedangkan, penjualan ritel, jumlahnya tetap sama dengan Juli.

“Total wholesales pada Agustus sebanyak 28,9 ribu unit dan ritel 28,2 ribu unit. Pada Juli lalu, wholesales 29,3 ribu unit, dan ritel 28,2 ribu unit. “Penjualan mobil masih lemah karena konsumen berhati-hati dengan ancaman krisis global,” papar Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Bahkan, total wholesales Toyota hingga Agustus yang 212 ribu unit dan ritel 213 ribu unit menyusut dibanding periode sama tahun lalu yang sekitar 230 ribu unit. Tetapi, penurunan ini merupakan tren umum yang tengah menggelayuti pasar mobil di Tanah Air.

Ilustrasi, Toyota New Fortuner TRD Sportivo diluncurkan di gelaran GIIAS 2019 di ICE, Serpong, Tangerang – dok.Motoris

Faktnya, jika dirunut, sampai Juli lalu penjualan mobil di Tanah Air masih lesu. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, selama kurun waktu itu wholesales 570.331 unit, padahal di periode sama tahun lalu bisa sebanyak 661.247 unit.

Artinya, penjualan Januari – Juli tahun ini ambrol 13,75% dibanding tujuh bulan pertama tahun 2018. Di Januari-Juli tahun ini, penjualan mobil merek-merek yang dijajakan agen pemegang merek di bawah payung Grup Astra tercatat menciut.

Data Gaikindo menyebut, di rentang waktu tujuh bulan pertama itu, penjualan geng Astra – Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot – sebanyak 383.995 unit. Jumlah itu susut 8,96% dibanding kurun waktu yang sama tahun 2018 yang sebanyak 421,769 unit.

Meski penjualan menciut, namun dari sisi penguasaan pangsa pasar, Astra masih menggenggam 52% atau malah naik dibanding penguasaan di periode sama tahun lalu. Tetapi, penurunan juga terjadi pada sejumlah merek di luar Grup Astra.

Ilustrasi, Toyota Yaris Hykers  – dok.Motoris

“Kalau sampai Juli itu kan orang masih melihat kondisi polirik, karena rangkaian proses dari Pemilu (pemilihan umum legislatif dan presiden) masih ada. Tetapi juga faktor eksternal, seperti harga komoditas di luar negeri dan dampak perang dagang, itu juga berpengaruh ke daya beli. Kan akibat perang dagang Amerika (Serikat) dengan Cina itu berpengaruh ke nilai tukar rupiah,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi.

Avanza masih merajai
Menariknya, hingga bulan Agustus kemarin, Low MPV Toyota Avanza masih menjadi model terlaris di jajaran mobil Toyota. Tercatat, dari total wholesales sebanyak 212,5 ribu unit, Avanza terjual 55,5 ribu unit. “Sedangkan ritel, dari total 213 ribu unit, Avanza sebanyak 50,5 ribu unit,” kata Soerjopranoto.

Secara bulanan, penjualan MPV berjuluk “Mobil Sejuta Umat” itu juga mendominasi. Tercatat, wholesales Avanza di bilan ke delapan sebanyak 8.000-an unit, dan ritel 6.500-an unit.

Toyota Avanza saat diajak melibas genangan air di Toyota Driving Experience – dok.PT TAM

Jumlah wholesales itu meningkat dibanding bulan sebelumnya. Pada bulan Juli itu, wholesales Avanza sebanyak masih sebanyak 7.800-an unit. Hanya meang, untuk ritelnya, meusut, karena di bulan Juli masih sebanyak 6.700-an unit. (Ara/Gbr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This