Truk Hybrid Hino Tunggu Insentif Pemangkas Harga

Truk Hybrid Hino Tunggu Insentif Pemangkas Harga
Truk hybrid Hino hadir di IEMS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) hadir di hajatan Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 yang berlangsung 4 – 5 September, dengan menuguhkan truk ringan berteknologi hybrid. Truk yang diklaim memiliki sejumlah keunggulan ini, telah dipasarkan di Amerika dan Eropa – selain di pasar Jepang – jika dipasarkan di Indonesia, harga mencapai Rp 600 juta.

Oleh karena itu, HMSI masih menunggu regulasi dan berbagai aturan pemerintah yang memuat pemberian insentif. Dengan harapan, sejumlah komponen harga bisa dipangkas, sehingga harga jual truk juga jauh lebih kompetitif.

“Kalau soal unit apakah siap dipasarkan, tentu kami harus melakukan penyesuaian. Termasuk di pabrik untuk melakukan perakitan, sehingga investasi teknologi juga diperlukan. Nah, tentu dengan perakitan dan investasi di dalam negeri ini, bisa memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif. Adanya insentif itu kami harapkan karena bisa memangkas harga yang sekarang (tanpa insentif) mencapai Rp 600 juta,” papar Direktur Penjualan dan Promosi PT HMSI, Santiko Wardoyo, saat ditemui di arena IEMS, Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Truk yang di pasar global telah terjual 25.000 unit lebih ini, kata Santiko, sangat pas jika digunakan di Indonesia di saat masa transisi menuju kendaraan full listrik. Pasalnya, teknologi diesel electric hybrid system akan bekerja di saat penurunan akselerasi (pegereman) atau keadaan idle.

Sasis truk hybrid Hino di IEMS 2019 – dok.Mototis

Baterai akan menjadi sumber energi. Alhasil, pemakaian bahan bakar menjadi lebih hemat karena saling melengkapi antara bahan bakar solar dan tenaga baterai. “Penurunan konsumsi bahan bakar yang sudah terbukti selama ini mencapai 45-48%,” ujar Santiko.

Sedangkan di Indonesia, truk ini juga bisa menenggak bahan bakar biodiesel yang kini tengah digalakan oleh pemerintah. Ibarat “sekali dayun, dua tiga pulau terlampui” penggunaan truk ini memiliki banyak manfaat.

Pertama, irit bahan bakar sehingga cocok sebagai kendaraan penunjang binis. Kedua, secara ekologi, kehadirannya turut membantu mengurangi emisi seperti yang dicanangkan pemerintah. Dan ketiga, pengunaan bahan bakar alternatif – biodiesel B30 dan seterusnya – akan membantu pemerintah dalam penggalakan penggunaan bahana bakar terbarukan dan sekaligus untuk menekan impor bahan bakar.

“Terlebih, teknologinya juga ramah lingkungan,” ucap Santiko berpromosi.

Mesin 4 langkah segaris ber-turbo charge intercooler NO4C yang dipadu dengan HV motor menghasilkan tenaga yang lebih besar. Truk ini menggunakan baterai NiMH, dan mengdopsi PCU yang merupakan gabungan dari ECU, inverter, dan baterai .

Teknologi lainnya adalah, Diesel Particulate Active Reduction System (DPR) dan Selective Catalytic Reduction (SCR). Teknologi ini berguna untuk menghilangkan partikel berbahaya yang sekaligus mengurangi kadar Nitrogen Oksida (Nox).

Truk Hino Dutro hybrid dalam aplikasi truk boks dipmaerkan di GIIAS 2019 – dok.Motoris

“Itu keunggulan yang ditawarkan Hino untuk mendukung transisi menuju kendaraan listrik baterai. Tetapi, tentu untuk memasarkannya masih ada tahapan-tahapan yang harus kami lalui, salah satunya menunggu regulasi turunan dari Perpres 55 Tahun 2019, terutama yang menyangkut insentif,” imbuh Santiko. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This