Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI di Bawah 5%, Otomotif Wajib Waspada

Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI di Bawah 5%, Otomotif Wajib Waspada
Ilustrasi, suasana di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Bank Dunia dalam laporannya yang bertajuk “Global Economic Risks and Implications for Indonesia yang dirilis awal September kemarin, meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 akan terposok dalam, sehingga di bawah 5%. Kondisi itu merupakan akibat dari perang dagang Amerika Serikat – Cina yang mengakibatkan resesi ekonomi di sejulah negara.

Sejumlah kalangan mengingatkan kalangan industri di Indonesia, termasuk industri otootif di Tanah Air untuk mewaspadai ramalan ini. “Memang, perang dagang (AS – Cina) memiliki efek domino yang cukup besar. Saat ini, beberapa negara besar antara lain Jepang sudah terkena dampaknya,” tutur ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, saat dihubungi belum lama ini.

Dia menyebut, tak terkecuali industri otomotif. Pasalnya, keendaraan bermotor merupakan barang konsumsi masyarakat yang bukan barang pokok kebutuhan. Sehingga, pembeliannya juga sangat tergantung kepada kemampuan daya beli rumah tangga.

Analisa ini selaras dengan hasil kajian yang dilakukan Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus. Dalam risetnya yang dirilis beberapa waktu lalu, dia mengatakan konsumsi rumah tangga berpotensi tergerus.

Ilustrasi gadis usher di sebuah pameran mobil di Indonesia – dok.Motoris

Hal itu, dikarenakan adanya dampak lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sebagai akibat perang dagang AS – Cina. Selain itu, perang dagang dua negara penguasa ekonomi dunia itu juga berdampak kepada harga komoditas yang merupakan produk unggulan ekspor Indonesia.

“Daya beli berpeluang semakin tergerus seiring beberapa faktor global, seperti pelemahan harga komoditas serta perang dagang ( AS- Cina) yang berlanjut pada perang mata uang . Perang mata uang akan memicu pelemahan nilai tukar sejumlah negara, termasuk Indonesia,” ucap dia.

Bahkan, Anthony memperkirakan target penjualan mobil di Indonesia sepanjang tahun ini berat untuk mencapai target 1,15 juta unit seperti tahun lalu. Diperkirakan akan di bawah 1,1 juta atau maksimal 1,1 juta unit. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This