Gelontorkan Versi Anyar, Toyota Yakin Pasar Sedan Takkan Bubar

Gelontorkan Versi Anyar, Toyota Yakin Pasar Sedan Takkan Bubar
Sedan Toyota All New Corolla Altis diluncurkan PT Toyota Astra Motor, 12 September 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) masih konsisten terus menggelontorkan model maupun versi anyar dari sedan di pasar mobil di Indonesia. Terlebih, sejumlah harapan baru yang diyakini bakal menggairahkan pasar juga muncul.

Meski mengakui sejak lebih dari enam tahun lalu pangsa pasar sedan di Tanah Air terus menyusut, namun Marketing Director TAM, Anton Jimmi Suwandy, menyebut tren itu tidak akan berujung kepunahan.

“Saat ini, tanda-tanda rebound pasar sedan potensi juga sudah ada. Meskipun, perubahan itu tidak bisa dengan serta merta seperti membalik telapak tangan. Tapi, potensinya cukup besar,” papar dia saat ditemui seusai proses peluncuran sedan Toyota All New Corolla Altis, di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut dia ada sejumlah faktor yang mendorong potensi kembali mencuatnya pasar sedan menjadi kenyataan. Pertama, dari sisi harga, sedan akan kompetitif bersaing dengan kendaraan-kendaraan yang berada di segmen pasar (bukan segmen sejenis saja, tetapi dengan kendaraan model lain yang sekelasnya baik mulai segmen entry level, medium, hingga high atau premium).

Toyota All New Corolla Altis Hybrid – dok.Motoris

Harga yang kompetitif itu terjadi, karena pemerintah telah melakukan harmonisasi tarif perpajakan untuk kendaraan bermotor terutama Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Sehingga, jika sebelumnya acuan pemajkan menggunakan bentuk atau jenis kendaraan, kini dibah berdasar tingkat emisi gas buang.

“Jadi, rasanya ada opportunity (peluang) buat sedan untuk berkembang ke depannya. Memang, hingga saat ini ada tren penurunan terus, tetapi (pasar sedan) tidak akan hilang,” ujar Anton.

Terlebih, lanjut dia, pabrikan juga terus melakukan inovasi mulai dari sisi teknologi, fitur, gaya desain, hingga gaya pengomunikasian produk sedan ke msyarakat, khususnya kelompok milenials yang merupakan kelompok masyarakat terbanyak di Indonesia.

“Ya kita lihat sekarang sedan itu juga sudah mengarah ke orang-orang muda. Bahkan, Camry yang dulu dipersepsi sebagai kendaraan orang tua, saat ini juga banyak digemari orang muda. Tampilan yang mengarah ke sporty menjadi daya tarik. Begitu juga dengan (All New Corolla) Altis ini,” terang Anton.

Toyota All New Corolla Altis hadir dengan serangkaian keunggulan baru yang ditawarkan – dok.Motoris

Terus menyusut
Anton mengakui raihan pangsa pasar Toyota di segmen sedan juga menyusut, seiring dengan penyusutan di pasar sedan secara keseluruhan. Penciutan segmen pasar sedan yang terjadi, cukup signifikan. “Sekitar 10 tahun lalu, market share pasar sedan masih 4-5%, tapi sejak tiga atau empat tahun lalu sudah menurun ke level 3%, dan sekarang malah di bawah itu,” kata dia.

Faktor harga yang dipicu oleh sistem pemajakan yang berbeda dengan mobil jenis lain, dan tren pergeseran masyarakat ke mobi jenis lain seperti MPV dan SUV menjadi salah satu pemicunya. “Karena itu, nanti kita lihat PPnBM-nya seperti apa. Tapi, potensinya (pasar naik lagi) cukup besar,” ucap Anton.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto. “Mudah-mudahan, dengan PPnBM baru, pasar sedan akan naik lagi. Sebenarnya, orang enggak mau pakai sedan itu bukan enggak cocok kualitasnya. Sedan itu lebih nyaman, tapi karena harganya yang lebih mahal, sebab pajaknya juga beda. Apalagi, banyak MPV dan SUV dengan kenyamanan yang sama bermunculan,” papar dia saat dihubungi.

Ilustrasi, Sedan Toyota New Vios dress up tampil di GIIAS 2018 – dok.Motoris

Data Gaikindo menunjukan, tren penurunan penjualan sedan yang mencolok terihat sejjak tahun 2013. Saat itu, penjualan sedan tercatat sebanyak 24.000-an. Setahun kemudian susut menjadi 21.000-an unit, dan tahun 2015 ambrol menjadi 17.000-an.

Longsor terus terjadi di tahun 2016, sehingga penjualan hanya 13.000-an unit. Di tahun 2017 kembali ambrol, penjualan menjadi 9.000 unit. Bahkan di tahun 2018 lalu, penjualan tercatat hanya 5.750 unit atau tak lebih dari 0,5% dari total penjualan mobil yang sebanyak 1,15 juta unit. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This