Cina Sumbang Separuh Lebih Penjualan Mobil Listrik Dunia

Cina Sumbang Separuh Lebih Penjualan Mobil Listrik Dunia
Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik - dok.Motoris

London, Motoris – Lembaga konsultan dan intelijen pemasaran otomotif dunia, JATO Dynamics menyebut sepanjang semester pertama tahun ini penjualan mobil listrik murni berbasis baterai (BEV) naik 92%. Total penjualan di 41 negara di rentang waktu itu mencapai 780.000 unit, dan setengahnya lebih terjual di Cina.

“Ini merupakan peningkatan yang substansial, mengingat situasi yang menantang yang dihadapi industri kendaraan di seluruh dunia,” bunyi pernyataan perusahaan itu yang dirilis dalam laman resminya, Jumat (13/9/2019).

Fakta menunjukan, lanjut JATO, kendaraan listrik murni menghadapi masalah yang sama di hampir semua wilayah pemasaran maupun yang akan disasar. Harga yang cukup mahal, minimnya atau belum siapnya infrastruktur, serta kapasitas baterai terkait daya jangkau mobil merupakan persoalan yang kerap dihadapi.

“Sejumlah masalah ini yang kemudian menempatkan BEV menjai sebuah segmen khusus di seluruh dunia,” sebut lembaga yang juga penyaji data dan analisa itu.

Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik di Cina – dok.Caixingglobal.com

Lantaran itu pula, kendati di sejumlah negara penjualannya diberi insentif, naun secara prosentase, porsi pasar BEV masih kurang dari 1,7%. Artinya, dari 100 mobil yang terjual di dunia, mobil listrik murni kurang dari 2 unit.

Adapun lonjakan penjualan di semester pertama tahun ini dipicu oleh dua faktor. Pertama komitmen pemerintah Cina untuk menhalankan elektrifikasi di sektor transportasi. Kedua, penjualan mobil listrik Tesla 3 yang melejit.

Di Cina, pada enam bulan pertama tahun ini penjualan BEV tercatat sebayak 430.700 unit. Angka ini meningkat 111% dibanding periode sama tahun lalu.

Kebijakan resmi soal rasio kredit New Energy Vehicle yang juga mencakup kendaaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan hybrid electric vehicle (HEV) menjadi pendorong kenaikan jumlah mobil elektrifikasi di negara tersebut. Tahun ini pemerintah Negeri Tirai Bambu untuk mematok target penjualan mobil listrik atau terelektrifikasi (BEV, PHEV, dan HEV) sebanyak 10% dari total penjualan.

Ilustrasi, BYD e6, mobil listrik produksi pabrikan asal Cina BYD – dok.Paultan

Tahun 2020 sebanyak 12%, tahun berikutnya 14%, tahun 2022 sebesar 16%, dan di tahun 2023 sdah menjadi 18%. “Sedangkan di paruh pertama lalu, kontribusi BEV di Cina baru sebesar 1,9% dari total penjualan mobil di negara itu,” tulis JATO. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This