Maaf, Calya Baru Hadir Bukan Karena Keder ada Renault Triber

Maaf, Calya Baru Hadir Bukan Karena Keder ada Renault Triber
Kehadiran New Calya diharapkan kembali menggairahkan pasar LCGC yang selama delapan bulan masih esu - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor ( TAM) tegas-tegas membantah selentingan kabar yang menyebut bahwa peluncuran LCGC MPV Toyota New Calya merupakan strategi pabrikan dalam menghadang kehadiran mobil sekelas Renault Triber. TAM berdalih, jauh sebelum mendengar kata “Triber” bakal hadir di Tanah Air, Toyota sudah memiliki rencana penyegaran produk tersebut.

Meski mengakui kehadiran model baru di segmen yang sama dapat menstimulasi kegiarahan pasar, namun rencana penyegaran produk yang dirancang bukan semata-mata didasari pertimbangan akan adanya produk baru. Kepentingan untuk terus menjaga loyalitas konsumen sekaligus daya tarik produk di pasar jauh lebih penting.

“Memang kompetisi (persaingan) itu harus dihadapi. Tetapi pada saat merencanakan (perubahan di ) New Calya ini, kami belum tahu kalau akan ada Renault Triber. Jadi asumsi mengenai hal itu (yang menyebut New Calya hadir untuk menghadang Renault Ttriber) tentu keliru. Karena kami berkonsentrasi bagaimana menguatkan segmen entry MPV,” kata Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, saat ditemui usai peluncuran New Calya di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Deputy Division Head Marketing Planning PT TAM, Andri Widiyanto mengungkapkan pendapat senada. Menurut dia, siklus sebuah model – termasuk langkah penyegaran yang dilakukan terhadapnya – sudah dirancang oleh pabrikan, jauh sebelum model bersangkutan.

Harga Toyota New Calya lebih mahal Rp 1,4 – 2 juta dibanding versi lama – dok.Motoris

“Nah, soal seperti apa penyegaran yang akan dilakukan, bagian mana saja yang disegarkan. Bagaimana dampak ke konsumen. Kami, harus mempelajari tren yang terjadi, masukan konsumen pengguna, maupun masyarakat umum. Jadi, bukan semata-mata karena ada produk baru dari merek lain, karena bisa saja model baru (merek lain) itu  bisa saja membidik target market yang berbeda,” papar Andri saat ditemui di tempat yang sama.

Mengacu ke konsumen
Andri menyebut, dalam menyikapi persaingan yang semakin ketat, terutama dengan hadirnya model sekelas yang disodorkan merek lain, Toyota terus membuat diferensiasi sebagai penguat daya saing. Tetapi, lanjut dia, diferensi yang dilakukan bukan semata-mata mengacu pada perbandingan model dari merek lain.

“Tren yang terjadi di masyarakat dan keinginan customer itu penting untuk diperhatikan. Karena kita sudah hadir dan sudah memiliki captive market (pangsa pasar yang sudah pasti), tentu ini harus dijaga. Tetapi juga harus diakui, segmen dimana Calya ini berada yakni segmen entry, itu sangat cair mudah sekali berubah (ke merek lain). Karena itu, kita juga tetap memperhatikan pesaing tentunya. Persaingan harus dihadapi,” imbuh dia.

Fakta berbicara, sejak diluncurkan Juli 2016 hingga Agustus lalu, Toyota Calya telah sebanyak 214.977 unit. Bahkan, di rentang waktu Januari – Agustus tahun ini, terjual langsung ke konsumen (ritel) sebanyak 36.400-an unit.

Renault Triber saat diperkenalkan  – dok.Motoris

Adapun Renault Triber sudah diluncurkan – dan bahkan mulai dijual – di hajatan Gaikindo Inndonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, pertengaha Juli lalu. Chief Operating Officer PT Maxindo Renault Indonesia (MRI), Davy Tuilan, mengatakan low MPV tujuh penumpang ini bakal bersaing.

“Ini low MPV tetapi dengan harga seperti LCGC (mobil murah ramah lingkungan seperti Toyota Calya dan Daihatsu Sigra),” kata dia. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This