Suzuki Dapat Pendampingan Industri 4.0

Suzuki Dapat Pendampingan Industri 4.0
Ilustrasi, Suzuki Jimny generasi baru diluncurkan secara resmi di hajatan GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan 10 perusahaan manufaktur nasional yang akan menerima pendampingan implementasi perdana industri 4.0. Salah satu perusahaan yang dipilih adalah PT Suzuki Indomobil Motor, mewakili industri otomotif.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara menyebut, selain Suzuki, sembilan perusahaan lainnya. Ke-10 perusahaan manufaktur itu dipilih mengikuti program pendampingan implementasi perdana industri 4.0, untuk memacu daya saing global dan mendukung kesiapan transformasi ke era digital.

Perusahaan-perusahaan ini diharapkan bisa menjadi percontohan di Indonesia. “Mereka mewakili lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan sesuai roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Ngakan.

Di dalam peta jalan industri 4.0, lima sektor manufaktur yang bakal menjadi andalan adalah industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronika.
“Kelima sektor ini dinilai sebagai penyumbang besar hingga 60% terhadap PDB, nilai ekspor, dan penyerapan tenaga kerja,” ungkapnya.

Ilustrasi booth Suzuki di IIMS 2018-dok.Motoris

Ngakan menjelaskan, guna mendukung pilot pendampingan transformasi industri 4.0 tersebut, pihaknya juga sudah memberikan bimbingan teknis kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenperin. Tujuannya agar mereka menjadi tim pendamping bersama para tenaga ahli atau expert.

“Saat ini sudah sebanyak 100 ASN yang kami siapkan untuk menjadi tenaga pendamping,” ungkapnya.

Ekosistem Industri 4.0
Kemenperin telah merumuskan pembentukan ekosistem industri 4.0. Ada lima poin mengenai manfaat dari ekosistem tersebut. Pertama, secara prinsip ekosistem industri 4.0 perlu dibentuk untuk proses akselerasi transformasi industri 4.0. Kemudian, beberapa pihak dapat lebih saling berkolaborasi satu sama lain untuk mengakselerasi proses transformasi industri 4.0.

Poin ketiga, mengenai demand dan supply antar pihak lebih dapat terhubung atau terkoneksi dengan adanya ekosistem industri 4.0. Selanjutnya, dapat memperbanyak expert lokal untuk mempercepat proses tranformasi industri sehingga lebih efektif dan efisien baik secara waktu maupun biaya.

Ilustrasi produksi mobil di pabrik Suzuki Motors – dok.Nikkei Asian Review

Dan, poin kelima adalah pemerintah menginisiasi pembentukan ekosistem industri 4.0, dari hal-hal yang mudah dan dapat dikolaborasikan antar pihak dalam proses akselerasi transformasi industri 4.0.

“Berkaca dari hasil perumusan tersebut, kami berinisiasi untuk membentuk ekosistem industri 4.0 yang kami sebut SINDI 4.0 (Ekosistem Indonesia 4.0),” tegas Ngakan.

Siapkan Mobil Listrik
Suzuki sendiri tengah mempersiapkan diri meluncurkan mobil listrik untuk mendukung kebijakan pemerintah. Salah satu yang jadi jagoan Suzuki dalam menyongsong era kendaraan listrik adalah All New Ertiga Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Mobil ini telah diperkenalkan Suzuki dalam Pameran dan Parade Kendaraan Bermotor Listrik. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (31/8) lalu.

All New Ertiga Hybrid, model pertama Suzuki Indonesia dalam melangkah ke era mobil listrik di Tanah Air – dok.PT SIS

“Suzuki turut mendukung pemerintah memasuki era kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan minim kadar emisi CO2 dengan menghadirkan teknologi SHVS. Tahun 2017, kami telah memiliki New Ertiga Diesel Hybrid yang mengadaptasi teknologi SHVS dan menjadi yang pertama di kelasnya dalam hal teknologi ramah lingkungan. Maka dari itu, kami siap mendukung pemerintah menuju masa transisi era mobil listrik, untuk Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi,” jelas Dony Saputra, 4W Marketing Director Suzuki. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This