Ini Empat Tren Otomotif yang Bakal Mewabah di Dunia

Ini Empat Tren Otomotif yang Bakal Mewabah di Dunia
Ilustrasi mobil otonom atau mobil tanpa supir - dok.Carscoops

London, Motoris – Sektor otomotif saat ini tengah mengalami perubahan atau transformasi ke arah yang semakin baik. Hal itu berlandaskan pada efek jangka panjang yang dihadirkan oleh produk-produk otomotif baik terhadap lingkungan maupun terhadap penggunanya sendiri.

Melalui transformasi yang dihadirkan, mobil pada masa yang akan datang tidak lagi mengeluarkan asap dari knalpot sebagai salah satu penyebab polusi udara. Polusi suara akibat bisingnya suara mobil pun bakal berkurang.

Selain itu, kehadiran mobil autonomous atau otonom bakal memberikan efektivitas dan efisiensi bagi penggunanya. Sebab, mobil jenis ini bisa mengendarai dirinya sendiri tanpa adanya sopir di ruang kemudi.

Lantas, apa saja transformasi yang hadir pada industri sektor otomotif? Dikutip dari Khmer Times, belum lama ini,  berikut tren dari transformasi tersebut.

Ilustrasi, Volkswagen ID.3, mobil listrik pertama VW yang diluncurkan di Frankfurt Motor Show 2019 – dok.Motor1

Mobil Listrik
Tidak dapat dimungkiri bahwa mobil yang banyak mengaspal di jalanan saat ini turut andil dalam memproduksi dan memancarkan zat berbahaya, debu, serta kebisingan. Kerugian yang ditimbulkan oleh emisi gas buangan dari mobil berbahan bakar konvensional pun telah menjadi perhatian global.

Guna mengantisipasi hal tersebut, tidak sedikit pabrikan mobil saat ini yang melakukan elektrifikasi pada produk-produknya. Mobil listrik diyakini mampu menjaga lingkungan dari paparan emisi karbon dioksida ke udara. Berkat zero emission yang dihasilkan, mobil listrik menjadi kendaraan paling aman untuk kebersihan udara.

Otonom
Artificial intelligence atau kecerdasan buatan kini juga telah masuk ke industri otomotif. Teknologi tersebut telah membuat mobil mampu melakukan swakemudi atau self-driving.

Mobil tanpa supir – dok.ieee innovate

Kemampuan otonom ini membuat mobil mampu mengenali dunia di sekitarnya melalui sensor yang ditanamkan pada tubuhnya. Selain itu, mobil otonom jelas menjadi penawar kebosanan bagi pengemudi di jalanan. Melalui kecerdasan yang dimiliki, mobil otonom diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Shared (Berbagi)
Beberapa tahun belakangan, kota-kota besar sudah mulai menawarkan fasilitas berbagi mobil. Konsep berbagi kapasitas angkut kendaraan ini tentu mampu mengurangi angka kendaraan yang mondar-mandir di jalanan sehingga dapat menekan angka kemacetan.

Kehadiran taksi-taksi online pun turut mendukung konsep berbagi ini. Perpaduan antara konsep berbagi atau ride-sharing dan mobil otonom tentu sangat memberikan nilai ekonomi di masyarakat.

Ilustrasi, ride sharing – dok.Disruptor Daily

Connected (Terhubung)
Kendaraan dengan sistem terkoneksi bisa menjadi solusi untuk masalah transportasi. Konsep kendaraan yang terhubung ini menawarkan transportasi terpadu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Mobil yang terkoneksi tersebut bisa dioperasikan melalui sistem Car2Car atau Car2X, yaitu suatu mobil bisa terkoneksi dengan mobil lainnya atau mobil yang dapat terkoneksi dengan infrastruktur transportasi lainnya. Hal tersebut tentu saja bisa meningkatkan efisiensi dalam berlalu lintas.

Varian baru platform TNGA yakni TNGA-B yang untuk pertama akan digunakan oleh Toyota Yaris terbaru diklaim lebih ringan namun lebih kuat – dok.Autocar

Ukuran Kecil dan Bobot Ringan
Guna mengakomodasi standar emisi bahan bakar serta memanfaatkan kemajuan teknologi, para produsen mobil saat ini pun memfokuskan diri menghasilkan mobil-mobil dengan menggunakan material yang menawarkan keringanan bobot mobil.

Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan bahan nano yang canggih. Teknologi tersebut tentu memiliki andil dalam mengembangkan tenaga penggerak alternatif yang lebih efisien serta menjadikan mobil zero emission.

CATEGORIES
TAGS
Share This