Kemenperin: Mobil Pak Tani Bisa Pacu Perekonomian Desa

Kemenperin: Mobil Pak Tani Bisa Pacu Perekonomian Desa
AMMDes di GIIAS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjamin produk otomotif milik PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) yaitu Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) bisa membantu pemerintah desa memacu perekonomian daerahnya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika mencontohkan salah satu pengakuan kontribusi produk otomotif nasional terhadap perekonomian desa datang dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo.

“AMMDes yang diproduksi KMWI telah mendapat pujian dari Bapak Eko karena dapat meningkatkan produktivitas di pedesaan secara lebih efektif sehingga mendorong kegiatan ekonomi dan penguasaan teknologi tepat guna,” ujar Putu dalam siaran pers, belum lama ini.

Ia menyebut, KMWI melengkapi AMMDes dengan aplikasi pengolah serabut kelapa dan perontok multiguna. Putu menjelaskan, saat pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXI 2019 di Bengkulu digelar pada 22-25 September kemarin, pengunjung pameran banyak yang tertarik menyaksikan demo kemampuan olah serabut kelapa dan perontok AMMDES tersebut.

Penjualan AMMDes bakal digenjot setelah diproduksi awal 2019 – dok.Motoris

“Hilirisasi industri kelapa bisa dibantu oleh AMMDES, karena serabut kelapa banyak dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tambah tinggi. Misalnya untuk jok, panel dan insulator kendaraan bermotor,” ujar Putu.

Dalam waktu dekat, AMMDes pengolah serabut kelapa akan dilakukan pilot project di Kabupaten Indragilir Hilir, Kab. Pangandaran dan Kab. Ciamis dengan menggandeng koperasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah setempat.

“Selain bisa menjadi jok kendaraan, serabut kelapa dapat diolah pula menjadi produk turunan lain seperti coco fiber, coco peat, coco board, coco bed, furnitur dan akustik serta bahan bangunan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, AMMDes perontok multiguna bisa dimanfaatkan sebagai pengupas berbagai komoditas, di antaranya beras, jagung, dan kopi.

Ilustrasi, AMMDes versi Mini Off-Road di IMX 2018 – dok.Motoris

“Jadi, semua aplikasi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat di pedesaan. Sangat luas penggunaannya. Karena AMMDes ini juga dilengkapi power take off (PTO), yang bisa menggerakkan alat-alat pertanian dan defential lock dengan ban yang bisa disesuaikan dengan medan jalannya, sehingga tidak selip untuk menempuh medan ekstrim dan infarstruktur minim,” jelas Putu.

Provinsi Bengkulu pesan 12 unit Esemka
Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah membuktikan dukungannya terhadap pikap Bima, produk otomotif nasional yang dibuat PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) dan diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Presiden Joko Widodo.

Rohidin menegaskan bangga terhadap kehadiran mobil Esemka sebagai produk industri dalam negeri. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Bengkulu berminat untuk memesan karya anak bangsa tersebut.

“Siapa lagi kalau bukan kita yang bangga menggunakan produk dalam negeri ini. Harapan kami, tahun 2020 nanti, mobil Esemka sudah masuk e-katalog, sehingga proses pengadaannya bisa lebih sederhana. Kami terus dorong teknologi nasional, agar bangsa ini kompetitif di mata dunia,” jelas Rohidin.

Tampilan depan pikap Esemka Bima – dok.BMI Setpres

Pada tahun pertama, SMK menargetkan produksi sebanyak 3.500 unit pikap Bima. Pabrik yang beroperasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini akan menyerap tenaga kerja lokal hingga 300 orang.

“Kami mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang menandatangani pembelian 12 unit Esemka. Kami juga optimistis, Esemka dapat meningkatkan produktivitas masyarakat desa,” imbuh Putu. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This