Kewalahan Terima Pesanan, Diler Suzuki Tutup Pemesanan Jimny

Kewalahan Terima Pesanan, Diler Suzuki Tutup Pemesanan Jimny
Pemesanan Suzuki Jimny yang diterima Suzuki Indonesia membeludak sehingga masa tunggu pemesanan atau inden semakin panjang. Bahkan di beberapa diler mencapai 4 tahun - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sejak diluncurkan di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, pertengahan Juli lalu, pemesanan Suzuki Jimny versi terbaru terus membeludak, padahal jatah yang diberikan Suzuki Motors Corporation ke Indonesia hanya 50 unit saban bulannya. Agar tak mengecewakan konsumen yang harus menunggu lama, sejumlah diler terpaksa menutup sementara pemesanan SUV legendaris Suzuki itu.

“Jatah yang diberikan ke kami setiap bulannya itu hanya 50 unit. Padahal, jumlah peesan itu sudah sampai 2.000-an lebih. Di diler-diler tertentu, jumlah pemesanan malah sangat banyak dibanding diler di kota lain. Sehingga kalau dihitung-hitung dengan alokasi jatah dari Suzuki Jepang dan kita bagikan secara merata berdasar daftar pemesanan, masa inden konsumen itu bisa mencapai empat tahun,” kata 4W Marketing Director PT Suzuki Indombil Sales (SIS), Dony Saputra, saat ditemui di sela tes drive Suzuki Jimny anyar di Pagedangan, Serpong, Tangerang, Senin (30/9/2019).

Karena tak ingin membuat kecewa pemesan lantaran harus menunggu lebih lama lagi, kata Dony, sejumlah diler terpaksa menutup pemesanan. Meski, sejatinya, minat beli masyarakat yang besar seperti itu sangat sayang untuk ditolak.

“Karena itu, nanti Mei 2020 kami review. Bagaimana sebaiknya. Tetapi yang pasti, kami dapat jatah hanya 50 unit, kami ebar ke 53 diler yang ditunjuk untuk menjual Jimny ini. Meskipun sedikit, ya kami bagi rata. Kami berikan ke diler sesuai dengan urutan daftar pemesanan,” terang dia.

Suzuki Jimny versi terbaru saat dites melibas lintasan off-road di Pagedangan, Serpong, Tangerang 30 September 2019 – dok.Motoris

Namun, membeludaknya pemesanan Jimny generasi keempat ini tak hanya terjadi di Indonesia saja. Bahkan di kampung halamannya – di Jepang – maupun di negara Eropa seperti Inggris pemesanan juga berjubel. “Jadi fenomena mengantre lama untuk mendapatkan pemesanan Jimny juga terjadi di negara-negara lain,” ucap Dony.

Menyinggung soal harga, pria humoris ini mengaku memang ada kenaikan sekitar Rp 20 jutaan. Jika pada saat diluncurkan di GIIAS 2019 Juli lalu SUV ini dibanderol Rp 315,5 juta untuk varian bertransisi manual dan Rp 330 juta untuk varian bertransmisi otomatis, kini per September menjadi Rp 335,5 juta dan Rp 350 juta.

“Iya, memang ada kenaikan sekitar Rp 20 jutaan karena menyesuaikan dengan adanya kenaikan tarif BBN-KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Kan kalau di wilayah DKI Jakarta, naik 2,5% ya tarifnya, dari 10% menjadi 12,5%,” jelas dia. (Lut)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This