Lelang Mobil Subaru, Wajib Uji Tipe Sebelum Dapat BPKB dan STNK

Lelang Mobil Subaru, Wajib Uji Tipe Sebelum Dapat BPKB dan STNK
Poster lelang mobil Subaru sitaan Bea dan Cukai Kementerian Keuangan - dok.Instagram

Jakarta, Motoris – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) melelang 169 mobil Subaru hasil sitaan yang disebut belum membayar besa masuk. Namun, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan meminta mobil-mobil itu menjalani uji tipe.

Seperti diungkapkan Dirjen Hubdat Kemenhub, Budi Setiyadi, uji tipe itu harus dilakukan agar mobil yang bersangkutan mendapatkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) agar mendapatkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari Kepolisian.

“Saya tidak tahu soal lelang Subaru ini, apakah pembelinya APM (agen pemegang merek) atau individu. Nanti saya tanya bea cukai. Tapi, intinya nanti Polisi tidak akan mendaftarkan STNK dan BPKB tanpa ada SRUT,” papar dia di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Menurut mantan Widyaiswara Koralantas Polri itu, SRUT bukan sekadar bagian dari prosesi pendataan kendaraan terkait tipe berikut pemajakannya semata. Namun, kata Budi, uji tipe yang kemudian dilegalisasi dengan SRUT merupakan pengujian atas kelayakan dan keamanan dari tipe mobil yang bersangkutan sebelum digunakan masyarakat.

“Jadi, ini persoalan regulasi yang menyangkut kepentingan masyarakat. Karena menyangkut keamanan dan hak azasi masyarakat. Bukan semata-mata untuk pajak atau legalisasi keberadaan mobil. Bukan itu,” kata dia.

Ilustrasi, Subaru Impreza 4D 2.0L tahun 2012 – dok.Carvana

Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, yang dikonfirmsi menyebut, dari 169 mobil Subaru yang akan dilelang, statusnya beragam. Menurut dia, selain mobil operasional yang telah digunakan oleh Subaru Indonesia, unit-unit itu juga banyak yang baru alias masih di showroom.

“Saya lupa persisnya berapa-berapnya (operasional dan unit baru di showroom). Tetapi, kalau yang di shpwroom karena kan baru, jadi belum ada surat-suartnya (BPKB dan STNK). Kalau yang unit operasional, karena sudah digunakan tentu sudah (ada suratnya),” ujar dia.

Untuk yang baru, pengurusan surat-surat diserahkan kepada pemenang lelang. Proses lelang akan dilakukan pada 9 Oktober mendatang di kantor KPKNL Bekasi, Jawa Barat, pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Dari daftar yang disajikan badan lelang negara itu terlihat, mobil Subaru yang bakal dillang terdiri dari beberapa varian. Diantaranya, Subaru XV 2.0i AWD CVT 2014, Subaru Impreza 4D 2.0L tahun 2012 dan 2014, Subaru Legacy 2.0L AWD 2010, Subaru Forester 2.0XT 2013.

Selain itu, ada Subaru Forester 2.5XT 2011, Subaru Outback 2.5i 2012, Subaru XV 2.0i AWD CVT 2014, Subaru WRX STI 4D 2.5 model 2014, serta Subaru WRX 2.0 AWD model 2014. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This